Home News Update Wali Kota Dukung PSIS Banding Ke PSSI

Wali Kota Dukung PSIS Banding Ke PSSI

(dok.)
(dok.)
(dok.)

Semarang, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendukung langkah banding yang rencananya dilakukan manajemen PSIS atas sanksi larangan bermain yang diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI.

“Saya rasa temen-temen manajemen tahu alur-alur yang harus dilakukan, terutama terkait banding. Ya, kami dukung. Mudah-mudahan ada hal terbaik bagi PSIS Semarang,” katanya di Semarang, Jawa Tengah, Rabu malam.

Hal itu diungkapkannya usai Silaturahmi dan Ramah Tamah Pemkot Semarang dengan Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan Panitia Kejurprov Piala Gubernur Jateng XXXIV.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengakui sanksi yang diberikan Komdis PSSI terhadap PSIS memang sangat berat, apalagi sampai ada pemain yang tidak boleh bermain sepak bola seumur hidup.

“Kalau dibilang berat, ya, pasti berat. ‘Masa’ sampai ‘ndak’ boleh main seumur hidup. Mestinya, ada hukuman yang lebih bijaksana. Karena ini menyangkut klub. Klub kan juga sudah dihukum,” katanya.

Semula, Komdis PSSI sudah memberikan sanksi diskualifikasi terhadap PSIS Semarang sehingga tidak bisa melanjutkan ke putaran final Divisi Utama dan sanksi tersebut sebenarnya sudah sangat berat.

Pemkot Semarang, kata dia, sebelumnya juga sudah mencoba berkomunikasi dengan PSIS, tetapi ternyata keputusan Komdis PSSI tetap seperti itu.

“Namun yang paling penting, terus bagaimana nasib pemain ini (PSIS Semarang, red.). Siapa yang mikir? Kalau toh nanti keputusannya tidak bisa diubah. Ayo kita pikir bareng-bareng,” pungkas Hendi.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Mahesa Jenar selaku pengelola PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengatakan akan menyiapkan langkah banding atas sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI.

Ia mengatakan masih menunggu keputusan resmi atas sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI kepada PSIS dan PSS Sleman karena selama ini memang belum menerima pernyataan resmi atas sanksi tersebut.

Yoyok mengakui sanksi yang diberikan oleh Komdis kepada pelatih, manajer, ofisial, pemain, dan sebagainya itu memang bisa diupayakan banding, mengingat sanksinya sangat berat.

“Saya tegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi untuk melakukan gol bunuh diri. Itu spontanitas melihat pemain PSS Sleman melakukan gol bunuh diri. Saya berani disumpah dengan cara apapun,” tegas Yoyok.

Seperti diwartakan, Komdis PSSI memberikan hukuman bervariasi kepada pelatih, manajer, ofisial, pemain di lapangan, hingga pemain cadangan PSIS dan PSS berupa larangan beraktivitas sepak bola dan denda. (ant/pri)

Advertisements