Wakapolda Jateng Pimpin Razia Aksi Borobudur di Perbatasan Klaten-DIY

Wakapolda Jateng Brigjen  Indrajit pimpin razia gagalkan aksi di Borobudur.
              KLATEN, 8/9 (BeritaJateng.net) – Dua ribu anggota Kepolisian dari Polda Jateng yang berada di 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah untuk menghadang warga yang akan bergabung dalam aksi damai di Magelang. Sebelumnya warga berencana melakukan aksi di candi Borobudur yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Budha. Namun ijin tersebut tidak diberikan oleh Polda Jawa Tengah.
               Dalam razia yang digelar di depan Candi Prambanan dan dipimpin langsung Wakapolda Jateng Brigjen Indrajit, petugas yang berada di perbatasan Jawa Tengah – DIY, berhasil menggagalkan keberangkatan 200 sepeda motor, 30 mobil dan sembilan (9) bus berhasil digagalkan keberangkatannya.
               Semula ucap Indrajit, warga berencana mengelar aksi di Candi Borobudur, namun Polda tidak turunkan ijin. Pasalnya Borobudur merupakan  benda  cagar budaya dan menjadi obyek vital nasional. Selain itu juga bertentangan dengan UU no 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum yang melarang berunjuk rasa di tempat ibadah dan obyek wisata nasional.
               “Karena ijin tidak diturunkan karena aksi massa dilarang dilakukan di tempat ibadah akhirnya mereka akan menggelar Sholat Ghaib di Masjid Annur Magelang,” jelas Indrajit, di Klaten Jawa Tengah, Jumat (8/9/2017).
              Untuk menghindari membludagnya umat muslim yang akan bergabung melaksanakan Sholat Jumat yang dilanjutkan dengan Sholat Ghaib, petugas berupaya menghadang warga yang akan berangkat ke Magelang. Indrajit juga menegaskan pihak Kepolisian tidak melarang masyarakat untuk beribadah. Namun jangan dipusatkan di satu lokasi (Masjid Annur Magelang).
              Pasalnya kapasitas masjid terbatas, dan untuk menampung jamaah yang merupakan warga di sekitar lingkungan masjid sudah sangat penuh apalagi ditambah dari warga dari luar daerah.
                 “Karena itu kita himbau agar tidak berangkat ke Magelang. Makmurkan masjid yang ada di wilayah masing-masing. Jika warga ke sana (Magelang) siapa yang akan memakmurkan masjid. Khan masjid di sini jadi sepi,” terang Indrajit.
                Setelah pihaknya memberikan pemahaman pada masyarakat, akhirnya mereka bisa menerima dan memilih menggelar sholat di Masjid Aqsa Klaten dan masjid lain di sekitar wilayah Klaten. (DB/EL)

Tulis Komentar Pertama