Home Hiburan Wahana Perahu Waduk Jatibarang Ramai Pengunjung

Wahana Perahu Waduk Jatibarang Ramai Pengunjung

PERAHU JATIBARANG3

Semarang, 25/7 (BeritaJateng.net) – Kawasan obyek wisata Goa Kreo Waduk Jatibarang semakin ramai pengunjung dengan hadirnya wahana perahu wisata waduk Jatibarang yang telah beroperasi sejak Juni lalu.

Sebanyak 11 perahu bermesin (speed boat), enam perahu kayu serta satu jet ski, ramai melayani penumpang dengan kapasitas satu perahu boat untuk empat penumpang dan satu supir. Hanya cukup dengan tarif Rp.100 ribu untuk Paket A dapat berkeliling keseluruh pelosok waduk, dan Paket B dibanderol Rp.60 ribu untuk separuh perjalanan Paket A.

“Penumpang bisa menikmati jernihnya air saat ditengah waduk, di selatan waduk bisa melihat dua tebing yang indah,” ujar Suliman Koordinator Perahu Wisata dari Pokdarwis Suko Makmur Kandri.

Menurutnya, setelah sebulan beroperasi sudah banyak yang penumpang yang dilayani bahkan saat liburan Lebaran dan sekolah para pengunjung untuk menikmati jasa speed boatnya sangat tinggi.

“Di awal peresmian Perahu Wista paling hanya tiga sampai lima pemberangkatan saja untuk satu perahunya, saat liburan Lebaran dan sekolah bisa mencapai 25 kali pemberangkatan untuk tiap satu perahunya,” katanya.

Selain menikmati alam waduk, para penghobi memancing bisa menggunakan jasa perahu kayu untuk memancing di tengah waduk. Harganya juga masih standar promosi sejak dilaunching wahana ini, belum ada kenaikan tarif dalam waktu lama.

“Karena masih peneganalan jadi tarif penumpang juga belum ada kenaikan bahkan masih tarif promo, meski pengguna jasa Perahu Wisata terus meningkat,” tuturnya.

Mengenai standar keselamatan, pihaknya menjamin lantara para tenaga operasional sudah tersertifikasi dengan pelatihan dari SAR, BPBD Jateng serta ijin operasi dari Dishub. Para penumpang juga dilengkapi dengan pelampung serta bagi anak kecil wajib didampingi oleh orang dewasa.

Selain itu, kedepannya untuk lebih mempercantik kawasan wisata air, Pokdawis Suko Makmur akan membuat paket wisata di kawasan Kandri ini seperti home stay dirumah warga, berlatih cocok tanam, membuat kuliner lokal, wisata goa kreo dan dilanjut dengan perahu wisata.

“Akan ada penambahan kawasan terpadu yang lebih komplit seperti pusat kuliner, pusat sovenir serta lahan parkir yang lebih luas. Bahkan bisa jadi disinergikan menjadi wisata budaya yakni adanya larung sedekah dan prosesi Rewandha yang bisa diagendakan setiap tahunnya,” tambah Sulaiman.(BJ06)