Home Lintas Jateng Waduk Logung di Kudus Diharapkan Bisa Sejahterakan Masyarakat

Waduk Logung di Kudus Diharapkan Bisa Sejahterakan Masyarakat

image
Salah satu tempat yang akan dibangun waduk

Kudus, 7/1 (Beritajateng.net) – Rencana pembangunan Waduk Logung yang sempat terkatung-katung sekitar 40 tahun, dalam waktu dekat bisa segera direalisasikan. Menyusul langkah Pemkab Kudus menempuh jalur konsinyasi melalui Pengadilan Negeri (PN) Kudus terkait pembayaran lahan milik warga.

Kabar segera dilakukannya pembangunan waduk yang membutuhkan lahan seluas 196 hektare ini, mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Di antaranya, dari perusahaan daerah air minum (PDAM) Kudus.

”Jika Waduk Logung benar-benar sudah beroperasi, perhitungan kami akan mampu menyediakan air baku untuk PDAM dengan kapasitas 250 liter per detik,” kata Direktur PDAM Dadi Muria Kudus, Achmadi Syafa dibubungi Beritajateng.net melalui sambungan telepon, Rabu. 

Ditambahkan, keberadaan Waduk Logung dipastikan akan berimbas positif bukan hanya untuk keperluan pertanian tetapi juga terhadap perusahaan yang dipimpinnya. ketersediaan air baku yang bisa didapat dari waduk tersebut, nantinya akan mampu mengaliri sekitar 20 ribu kepala keluarga (KK).

Proyeksi puluhan ribu pelanggan baru tersebut, lanjutnya, berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Bae, Dawe, Jekulo, dan Kota. Perhitungannya, air baku berkapasitas satu liter per detik mampu memasok air bersih untuk kebutuhan 80 KK.

Achmadi juga menegaskan, manfaat Waduk Logung nantinya tidak hanya untuk meminimalisir banjir dan meningkatkan irigasi persawahan, tapi juga untuk ketersediaan air bersih. Terlebih, permukaan ketinggian air di beberapa sumur milik PDAM dari tahun ke tahun terus menurun.

”Data pada September 2014, penurunan elevasi di beberapa sumur mencapai dua meter. Padahal, pada tahun sebelumnya penurunan yang terjadi sekitar 0,8 hingga 1 meter,” jelasnya.

Hanya saja, katanta, untuk pengembangan jaringan baru yang akan mengambil air baku dari Waduk Logung, memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk pembangunan jaringan dan infrastruktur lainnya, diperkirakan menelan biaya Rp 60 miliar.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Budi Santoso mengatakan, nantinya Waduk Logung akan bisa mengairi sekitar 2.800 hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Jekulo dan sekitarnya.

Menurutnya, optimalisasi lahan seluas itu akan mampu menyumbang kebutuhan beras sebanyak puluhan ribu ton setiap tahunnya.

”Dengan terjaminnya pasokan air dan terkendalinya potensi banjir akan membuat hasil panen lebih optimal serta akan mendongkrak program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah,” pungkasnya. (BJ12)