Home Headline VTM di RSUD Ambarawa Kosong

VTM di RSUD Ambarawa Kosong

230

SEMARANG, 24/3 (Beritajateng.net) – Salah satu alat test vital dalam penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 adalah Virus Transport Media (VTM). Namun di beberapa rumah sakit alat test ini diketahui kosong, salah satunya di RSUD Ambarawa. Kondisi ini tentu saja menghambat proses pemeriksaan Covid-19.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambarawa Kabupaten Semarang dr. Choirul Anam MM mengungkapkan, tidak adanya VTM sangat menghambat pemeriksaan pasien suspect Corona atau yang saat ini disebut pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga pasien dimaksud tidak bisa diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.

“Tidak adanya VTM menjadikan kita tidak bisa mengetahui pasien itu positif atau negatif Covid-19,” ungkapnya saat menerima Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto yang melakukan pantauan penanganan Covid-19 di RSUD Ambarawa, Selasa (24/3).

Direktur RSUD yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jawa Tengah ini menjelaskan, pemeriksaan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) terdiri dari 3 jenis. Ketiga jenis test tersebut adalah Test Laboratorium, Test Rontgen dan Test Swab Tenggorokan menggunakan VTM.

“Walaupun hasil test laboratorium dan rontgen mengarah pada Covid-19, namun kalau Swab Tenggorokan tidak ditest dengan sarana VTM ini maka tidak bisa disimpulkan. Jadi menggantung,” jelasnya.

Ditanya selama ini bagaimana test Swab Tenggorokan yang dilakukan, Choirul mengatakan bahwa yang sudah dilakukan kalau membutuhkan swab tenggorokan pihaknya minta bantuan ke Balitbangkes yang ada di Yogyakarta untuk mendatangkan alat test tersebut. Hal ini tentu saja menghambat penanganan Covid-19. Mengingat harus menunggu datangnya alat test tersebut.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto yang melakukan pemantauan penanganan Covid-19 di RSUD Ambarawa mengatakan, pihaknya siap mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanganan Covid-19 di Jawa Tengah. Beberapa sarana prasarana kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD), Masker dan VTM yang masih kosong harus segera dilengkapi oleh Pemprov dalam hal ini Dinas Kesehatan.

“Prinsipnya kami siap mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan eksekutif dalam penanganan Covid-19 ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Bambang Kusriyanto yang akrab disapa Bambang Krebo ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para dokter, perawat dan paramedis lainnya dalam penanganan Covid-19. Mereka inilah saat ini yang memiliki resiko paling besar tertular virus Corona.

“Apresiasi dan penghargaan yang tinggi untuk teman teman di RSUD ini. Resiko yang bapak bapak dan ibu ibu hadapi ini sangat besar. Oleh karena itu saya berpesan jaga kesehatan agar bisa membantu masyarakat dalam menghadapi Corona ini,” bebernya.

Usai melakukan dialog dengan direksi dan jajaran dokter di RSUD Ambarawa, Bambang Krebo menyempatkan diri membagi brosur sosialisasi penanganan Covid-19 kepada pasien dan masyarakat yang periksa di RSUD Ambarawa. Namun ada pemandangan yang miris di ruang tunggu pelayanan pasien RSUD Ambarawa. Di tempat tersebut nampak berjubel pasien dan keluarganya di depan ruang pelayanan (klinik pemeriksaan).

“Ini tidak boleh berjubel seperti ini. Tidak boleh bergerombol rapat begini, harus berjarak 1 meter agar tidak tertular virus,” ucapnya.

Mendengar himbauan Ketua DPRD Jateng tersebut Direktur RSUD Ambarawa Choirul Anam langsung menginstruksikan jajarannya untuk mengupayakan agar pasien bisa menunggu dengan tertib dan tidak berjubel agar terhindar dari Covid-19.

RSUD Ambarawa saat ini melkukan isolasi terhadap 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masing masing berjenis kelamin pria dan seorang wanita hamil yang berpotensi mengalami keguguran kandungan. Kedua orang PDP tersebut saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Swab Tenggorokan untuk mengetahui positif atau negatif Covid 19.

(NK)