Home Headline Vonis Suami Bunuh Istri Menuai Aksi Protes Warga

Vonis Suami Bunuh Istri Menuai Aksi Protes Warga

Vonis 12 tahun pejara dalam kasus pembunuhan suami terhadap istri menuai aksi protes warga.
Vonis 12 tahun pejara dalam kasus pembunuhan suami terhadap istri menuai aksi protes warga.
Vonis 12 tahun pejara dalam kasus pembunuhan suami terhadap istri menuai aksi protes warga.

Jepara, 4/3 (Beritajateng.net) – Karyoso(37), terdakwa kasus penganiayaan terhadap Munzayanah (34) yang tak lain istrinya sendiri hingga tewas, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jepara, Rabu. Vonis yang dijatuhkan Hakim Ketua Suranto, menyulut aksi protes ratusan warga yang mengikuti jalannya sidang.

Keluarga dan warga Desa Karanggondang, kecamatan Mlonggo, tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan kepada Karyoso karena dianggap masih ringan.

Menurut Wartoyo, seorang tokoh masyarakat Karanggondang, perbuatan yang dilakukan Karyoso bukanlah hanya sekedar kekerasan dalam rumah tangga, namun pembunuhan yang direncanakan. Namun, majelis hakim justru hanya dikenahi pasal kekesaran dalam rumah tangga saja.

“Warga dan keluarga tahu, perbuatan Karyoso itu merupakan kasus pembunuhan yang direncanakan, karena dilakukan di dalam rumah tertutup dan sebelumnya sering melakukan penganiayaan disertai ancaman akan membunuh,” kata Wartoyo dengan nada jengkel.

Ungkapan serupa juga dilontarkan Ahmad Zein, ayah korban. Ahmad Zein kurang puas atas putusan hakim, seharusnya terdakwa Karyoso yang tak lain masih menantunya sendiri pantas dihukum sumur hidup.

“Karyoso itu sudah sering melakukan kekerasan pada anak saya dari tahun ke tahun. Bahkan, tidak hanya menganiaya, dia(Karyoso) juga sering mengancam akan membunuh. Seharusnya hakim memberi putusan seumur hidup, itu baru pantas,” kesal Ahmad Zein.

Menanggapi aksi protes warga, humas Pengadilan Negeri Jepara, Partono menyatakan, putusan majelis hakim tersebut berpedoman atas tuntutan jaksa. Dalam tuntutan jaksa, terdakwa dituntut dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga, dengan tuntutan 13 tahun penjara.

“Dalam tuntutan jaksa tidak dimasukkan pasal pembunuhan berencana, namun hanya pasal kekerasan dalam rumah tangga. Jadi kita tidak bisa membuktikan adanya pembunuhan yang direncanakan,” jelas Partono.

Kasus tewasnya Munzayanah terjadi Rabu (10/9/2014) tahun lalu. Munzayanah tewas dengan luka serius di Kepala, akibat dipukul dengan sebatang kayu penumbuk padi oleh Karyoso suaminya sendiri.(BJ18)  

Advertisements