Home News Update Vonis Dokter Tak Halangi Mimpi Dea Jadi Penyanyi

Vonis Dokter Tak Halangi Mimpi Dea Jadi Penyanyi

Semarang, 1/2 (BeritaJateng.net) – Mimpi menjadi pendatang baru di blantika musik Tanah Air dan terbebas dari penyakit serta hidup secara normal layaknya manusia sehat pada umumnya sangat didambakan Bunga Dea Regina atau yang kerap disapa Dea.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Amin Purwanto (55) Sri Ani (45) ini divonis dokter mengidap penyakit Thalasemia dan SGB. Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dimana tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah hemoglobin di dalam tubuh sedikit.

Sedangkan SGB adalah Sindrom Guillain–Barré atau radang polineuropati demyelinasi akut yaitu peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas.

IMG_20160201_154036

“Dokter mengatakan bahwa penyakit saya sangat langka dan harus menjaga pola hidup secara benar, jika  tidak akan menyebabkan kematian. Pasien pengidap thalasemia dan SGB mempunyai jangka umur yang pendek,” ungkap Dea, Senin (1/2) siang.

Meskipun begitu, Dea tetap menjalani hari-hari secara normal sampai suatu ketika ia mendapatkan serangan mendadak hingga jatuh pingsan dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

“Kadang saya merasa sedih jikalau harus melihat papah dan mamah mengeluarkan uang 4 juta untuk menebus perbutir obat demi penyembuhan SGB saya,” tutur Dea.

Melihat perjuangan yang diberikan orang tua untuk kesembuhannya. Menjadikan Dea sangat bersemangat menjalani hidup. Bahkan ia juga mempunyai cita-cita dan mimpi-mimpi kelak ingin membantu orang tuanya.

“Berkali-kali saya melewati masa-masa terberat, mulai dari jantung melemah, HB hanya 6, serta kondisi dimana saya tidak bisa menggerakkan kaki secara normal,” ujar Mahasiswa Semester 6 Unika Soegijapranata ini.

Dea mencoba mengalihkan pikiran untuk tidak berpikir tentang penyakit, ia sadar bahwa ternyata menggapai cita-cita lebih asyik dari pada berpikir tentang kematian setiap hari.

Pada 23 September 2014 lalu, Dea bergabung dengan group band bernama ASSATU, bersama personil lainnya seperti David Hidayatullah Guitar (22), dan Favian Ramadhan (21) Keyboard. Dea bertindak sebagai vocalis dan Synth dalam band tersebut.

Saat ini ASSATU sedang sibuk membuat rekaman yang dibantu oleh salah satu personil kenamaan Indonesia, Ada Band yakni Adhy Pratama (drummer).

“Saya sedang sibuk menyiapkan materi untuk maju di industri musik Indonesia yang sekarang ini banyak bermunculan artis baru seperti solo vocal,” ujar gadis kelahiran Semarang, 09 Juli 1995 ini.

Ia ingin menawarkan pilihan kepada penikmat musik Indonesia dengan tampil sebagai pendatang baru mengusung konsep Band. Bergabung dengan ASSATU sepertinya memang menjadi obat yang sangat mujarab bagi mahasiswi jurusan Komunikasi ini.

“Ketika saya nge-band saya tidak pernah memikirkan mati bahkan saya kadang lupa bahwa dokter telah memvonis saya,” ujar Dea.

Namun Dea juga tidak lupa bahwa ia harus menjaga kesehatan dengan tidak memakan makanan yang siap saji, serta mengurangi sayuran yang berwarna hijau pekat.

“Kadang kedua teman saya selalu mengingatkan untuk minum obat, bahkan mereka akan marah-marah jika saya susah untuk meminum obat,” ungkapnya.

Dea berharap bahwa musik yang dibuatnya dengan ASSATU, dibantu Adhy ‘Ada Band’ dapat diterima oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas. (BJT01)