Home Hukum dan Kriminal Vonis 4 Bulan Kasus Pelecehan Seksual Mantan Pejabat Kantor Pajak Solo

Vonis 4 Bulan Kasus Pelecehan Seksual Mantan Pejabat Kantor Pajak Solo

SOLO, 4/2 (BeritaJateng.net) – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mantan Kepala Kantor Wilayah Pajak Jawa Tengah II Solo Bambang Is Sutopo kepada salah satu stafnya yang terjadi pada tahun 2013 lalu sudah di putus Pengadilan Negeri Solo pada Kamis (4/2/2016).

Sidang yang di pimpin hakim ketua, Bahtra Yenni Warita SH, MHum, ini menjatuhkan vonis maksimal kepada terdakwa. Vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa yang menuntut pelaku  dengan hukuman 4 bulan penjara atas kasus pelecehan seksual tersebut.

Bambang usai mendengarkan vonis hakim mengaku akan memikirkan dulu apakah akan melakukan banding terhadap putusan pengadilan. Namun yang pasti Bambang menolak mengakui bukti rekaman yang  dijadikan barang bukti dalam persidangan.
Alasannya bukti rekaman itu banyak rekayasa dan bukan kejadian yang sebenarnya.

‘’Saya tidak melakukan itu. Menurut saya putusan ini sangat tidak adil. Bukti itu bukan kejadian yang sebenarnya (rekaman),” jelasnya di Solo Jawa Tengah.

Sementara itu dari pihak korban sendiri (WR) yang merupakan mantan karyawan Bambang yang diduga mengalami pelecehan seksual mengaku bersyukur dan puas. Pihaknya juga mengaku barang bukti yang diajukan dalam pengadilan adalah asli.

“Alhamdullilah saya bersyukur dengan keputusan hakim sehingga kebenaran bisa terungkap. Semua ini adalah demi menjaga  kehormatan keluarga,” tegas WR.

Kasus pelecehan seksual yang melibatkan mantan Kepala Kantor  Wilayah Jateng II Pajak Solo bergulir cukup lama. Kasus pelecehan terjadi pada tahun 2013,
Bambang Is Sutopo dilaporkan ke polisi  2014 lalu dan baru di sidangkan pertengahan 2015.

Kasus pelecehan bermula ketika  WR (korban) yang bekerja sebagai staf di Kantor Pajak Solo diminta datang ruangan pelaku disaat pelaku masih menjabat. Awalnya WR hanya diajak ngobrol oleh pelaku. Saat WR akan keluar ruangan tiba-tiba saja langsung dipeluk dari belakang dan di cium oleh pelaku. WR berontak dan keluar ruangan.

Seminggu kemudian korban WR mendatangi pelaku untuk meminta klarifikasi atas tindakan yang di lakukan mantan atasannya tersebut. Saat menghadap itulah semua pembicaraan  di rekam oleh WR. Alat rekam di pasang  di jam tangan, kancing baju, bros baju, gantungan kunci dan pena.

Hasil rekaman percakapan antara keduanya itu di jadikan sebagai alat bukti di persidangan dan di putarkan saat persidangan yang  berlangsung secara tertutup. (Bj24)