Home Headline Viral!!! Video Ricuh Demo Mahasiswa Unnes, Mobil Rektor Tabrak Mahasiswa

Viral!!! Video Ricuh Demo Mahasiswa Unnes, Mobil Rektor Tabrak Mahasiswa

439
0
Ribuan Mahasiswa Unnes Demo Protes Pemberlakuan Uang Pangkal

Semarang, 7/6 (BeritaJateng.net) – Aksi demo mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menolak uang pangkal universitas berlangsung ricuh. Mobil yang ditumpangi Rektor Unnes Fathur Rokhman nekad melaju menabrak beberapa mahasiswa yang melakukan penghadangan di depan Gedung Rektorat pada Kamis (7/6) petang.

Spontan peristiwa ini membuat mahasiswa pendemo menjerit histeris karena beberapa rekannya terluka. Usai menabrak beberapa mahasiswa, mobil rektor pun langsung kabur.

Itulah yang terlihat dalam potongan video yang viral di media sosial dan menimbulkan respon dan kecaman dari para netizen Indonesia.

“Kami tadinya berniat menemui rektor yang ada di dalam Gedung Rektorat. Tapi rektor malah mau kabur naik mobil. Kami mencoba menghadang, ada yang berdiri, ada yang tiduran. Tiba-tiba petugas keamanan mencoba menyingkirkan kami dan mobil yang di dalamnya ada rektor langsung menerobos menabrak rekan-rekan yang menghadang,” ujar Julio Harianja, salah satu mahasiswa pendemo.

Mahasiswa menilai apa yang dilakukan Rektor Fathur Rokhman dengan menabrakkan mobilnya ke mahasiswa dianggap tidak manusiawi. Terlebih dengan sikap petugas keamanan yang mencoba membubarkan demo mahasiswa dengan aksi kekerasan.

“Ini sungguh tidak manusiawi. Tidak mungkin sopir yang mendampingi Rektor nekad menabrak rekan-rekan tanpa disuruh Rektor. Kami aksi baik-baik, ingin ketemu menyampaikan aspirasi, tapi dihalang-halangi petugas keamanan yang mencoba membubarkan kami dengan kekerasan. Ini apa, kami cuma mahasiswa yang berjuang,” tambah Julio kepada wartawan.

Aksi demo pada Kamis (7/6) ini merupakan aksi di hari keempat dalam rangka menuntut pembatalan diadakannya uang pangkal yang berkisar 5 hingga 25 juta rupiah untuk mahasiswa baru yang masuk melalui jalur mandiri.

Sikap keberatan dan penolakan mahasiswa Unnes terhadap kebijakan kampusnya inipun telah disampaikan dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak Universitas, namun tetap saja tidak direspon hingga mahasiswa akhirnya memutuskan untuk turun ke jalan melakukan demonstrasi. (El)