Home Headline Viral Running Text Kampanye di Puskesmas Semarang, Hendi: Pelakunya Bukan Orang Dalam 

Viral Running Text Kampanye di Puskesmas Semarang, Hendi: Pelakunya Bukan Orang Dalam 

490
Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita gelar Gerakan 'Rabo-an' untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

SEMARANG, 5/3 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan jika pelaku yang membuat heboh Puskesmas Srondol, dengan munculnya tulisan mendukung paslon capres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bukan orang dalam puskesmas.

Kepastian itu diungkapkan karena dirinnya telah melakukan proses investigasi dan penelusuran internal, diantaranya dengan meminta keterangan beberapa saksi kejadian, termasuk Kepala Puskesmas Srondol dan kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono.

“Puskesmas Srondol? Saya juga nggak paham ini. Kenapa ada orang yang nge-hack running text-nya di Puskesmas. Tapi saya rasa Kepala Puskesmas, sudah kita investigasi, mengatakan bahwa ini bukan dilakukan orang dalam (Puskesmas),” tegas pria yang akrab disapa Hendi, Selasa (5/3).

Dari pengakuan Kepala Puskesmas, Hendi menyatakan jika kejadian itu murni karena dilakukan oleh pihak luar Puskesmas Srondol.

“Pak, ini murni ada upaya dari pihak lain untuk mengganggu running text Puskesmas. Ya sudah klarifikasi saja, di media, di medsos supaya masyarakat paham, ini bukan kerjaan Pemerintah. Tapi ada orang iseng, dari pasangan lain yang coba mengganggu kinerja pemerintah,” ujarnya.

Hendi merasa tidak perlu membawa masalah ini ke ranah hukum atau melaporkannya ke Kepolisian. Kecuali, jika nanti terjadi kembali secara masif dan menimpa puskesmas lainya.

“Sementara belum, kami sih masih melihat perlu diklarifikasi saja di medsos. Untuk ke wilayah hukum ya ndak lah, buang energi. Nanti kalau udah terlalu kebangeten, masif dimana-mana, baru kita laporkan. Saya anggap saja ini kelalaian dari petugas puksesmas,” tandasnya.

Soal ada dugaan dilakukan pihak ketiga pemenang tender pengadaan kotak benner atau running text, Hendi mengaku bisa ada peluangnya. Namun, Hendi hanya ingin memastikan, pelayanan Puskesmas Srondol ke masyarakat tidak terganggu.

“Semuanya masih mungkin. Cuman, buat kami yang sekarang penting adalah kinerja, pelayanan tetap berjalan baik. Masyarakat tahu bahwa itu orang iseng, bukan dari aparat pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, dengan adanya beberapa relawan Jokowi dan simpatisan PDI Perjuangan mendatangi Puskesmas Srondol, Hendi meminta supaya tetap menjaga kondusifitas Kota Semarang, tidak mudah terpancing dan tetap semangat menjelang Pilpres dan Pileg yang jatuh pada 17 April mendatang.

“Pesan saya (kepada kader PDIP) tetap semangat. Kurang 44 hari lagi, gas poll, rem blong,” pungkas Hendi. (El)