Home Headline Viral!! Polisi Tampar Perempuan Diatas Panggung

Viral!! Polisi Tampar Perempuan Diatas Panggung

13894
Viral!! Polisi Tampar Perempuan Diatas Panggung.
         BLORA, 2/5 (BeritaJateng.net) – Video penamparan perempuan oleh anggota kepolisian beredar luas di media sosial. Belakangan, diketahui kejadian tersebut dilakukan oleh anggota polres Blora yang bertugas di Polsek Bogorejo.
        Kejadian  bermula saat Anggota polisi yang diketahui bernama Bripka Riyanto bertugas mengamankan organ tunggal di wilayah kecamatan bogorejo pada Selasa sore (1/5/2018).
        Saat itu korban, Sulastri (28) yang dalam pengaruh minuman keras tiba-tiba naik ke panggung dan berjoget. Melihat peristiwa tersebut, Bripka Riyanto yang tak lain adalah paman korban merasa malu dan memintanya turun. Namun permintaan pelaku justru membuat korban marah-marah dan memakinya.
       Bripka Riyanto yang merasa malu, kemudian naik ke atas panggung dan melakukan penamparan sebanyak satu kali. “Saya sebagai paman merasa malu, dia mabuk dan joget-joget diatas panggung. Saya sudah minta turun, dia malah maki-maki saya,” ucap Bripka Riyanto saat pres rilis di Mapolres Blora Rabu (2/5/2018).
        Atas aksinya tersebut, Bripka Riyanto mengaku khilaf dan meminta maaf. Ia mengaku aksi penamparan tersebut ia lakukan semata-mata untuk menjaga nama baik keluarga.
       “Saya mungkin khilaf, saya minta maaf atas kejadian tersebut. Penamparan terdebut semata-mata untuk keluarga,” tuturnya.
        Sementara itu, kakak korban, Munari menuturkan jika adiknya tersebut mengalami gangguan jiwa sejak 3 bulan terakhir. Gangguan tersebut dialami adiknya usai perceraiannya dengan suaminya. “Adik saya itu ada gangguan kejiwaannya. Kadang dia marah-marah sendiri. Bahkan sempat mau membunuh ibunya sendiri,” ujar Munari di Mapolres Blora.
        Munari menambahkan, jika penamparan tersebut memang pihak keluarga yang memintanya. Pihak keluarga merasa malu karena korban sering marah-marah sendiri.
        “Itu memang keluarga yang memintanya mas. Pihak keluarga sebelumnya sudah pasrah kepada pak Lik (pelaku) untuk menjaga dan mengawasi korban. Keluarga sudah tidak mau menjaga korban karena sikapnya tersebut,” tutupnya.
(MN/El)