Home Headline Videotron Pasar Bulu Langgar Perda Reklame

Videotron Pasar Bulu Langgar Perda Reklame

235
0
Videotron Di depan Pasar Bulu Semarang Diduga Tak Berijin dan Langgar Perda Reklame
*** Diduga Ada Kongkalikong Pengusaha dengan Pemkot, Satpol PP Didesak Bongkar Paksa
           Semarang, 14/12 (BeritaJateng.net) – Keberadaan videotron di depan Pasar Baru Bulu menuai reaksi keras beberapa pihak. Diduga berdirinya videotron tersebut ada kongkalikong antara pengusaha reklame dengan Pemkot Semarang. Bahkan Pemkot Semarang diduga menerima uang milyaran untuk memuluskan perijinan yang jelas-jelas melanggar.
            Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, S.Sos menyayangkan dengan berdirinya videotron di depan Pasar Bulu, karena menyalahi aturan. Ironisnya, Pemkot Semarang terkesan membiarkan dan justru mengijinkan.
            “Saya tegaskan videotron di depan Pasar Bulu tidak berijin dan Pemkot harus membongkarnya. Kalaupun berijin, dipastikan ada permainan dan kongkalikong antara pengusaha dengan Pemkot Semarang,” tandas Supriyadi.
           Politikus PDI Perjuangan itu juga menegaskan,  Perda nya sangat jelas tidak membolehkan ada videotron di kawasan Tugu Muda radius 150 meter keliling, kecuali videotron yang ada di pos polisi Tugumuda.
           “Perda nya sangat jelas melarang ada videotron di kawasan Tugu Muda kecuali yang sudah ada yakni di pos pantau Satlantas Polrestabes Semarang. Untuk itu, baik berijin atau tidak, Videotron tersebut harus dibongkar untuk penegakkan Perda Kota Semarang,” tandas Lek Pri, panggilan akrab Supriyadi itu.
            Hal senada dikatakan anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Wisnu Pudjonggo. Ia menegaskan di area Tugu Muda sudah diatur sebagai wilayah putih (bebas reklame), terkecuali STMC karena untuk kepentingan pihak kepolisian dalam memberi layanan sosial.
           “Kecuali Videotron STMC, Pemkot Semarang dalam hal ini Satpol PP harus membongkar untuk penegakkan Perda karena itu pelanggaran,” tandas Wisnu.
            Untuk diketahui Perda yang mengatur tersebut adalah Perda Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Reklame, dalam pasal 12 poin c disebutkan Taman Tugu Muda dengan radius 150 meter kecuali megatron di atas satu pos polisi titik pantau ketertiban dan keamanan yang dilengkapi Semarang Traffic Manajemen Center (STMC).
          Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sukardi, Kabid Pengawasan Dinas Tata Ruang Pemkot Semarang mengaku belum mengetahui adanya Videotron yang berdiri di depan Pasar Bulu Semarang tersebut. “Biar saya tanyakan staff saya,” tutup Sukardi.
          Koordinator GEMPAR Jateng Wijayanto mengatakan, pendirian videotron di depan pasar baru Bulu sarat KKN dan korupsi. Karena Pemkot tahu kalau pendirian videotron tersebut merupakan pelanggaran.
            “Berapa miliar Pemkot menerima upeti dari pengusaha Reklame untuk menabrak Perda sehingga perijinan itu keluar. Padahal jelas-jelas itu larangan, ini kental banget KKN nya dan pasti ada korupsinya,” ujar Wijayanto.
            Wijayanto juga mengatakan, karena pendirian Videotron itu diduga kuat ada unsur korupsinya, pihaknya mendesak aparat Kepolisian untuk turut turun melakukan penyelidikan untuk membongkar dugaan KKN dan korupsinya.
          “Polri harus pro aktif melakukan penyelidikan, jangan menunggu laporan,” tandas Wijayanto. (Bj/El)