Home Headline USBN Hari Pertama Di Semarang Berjalan Lancar

USBN Hari Pertama Di Semarang Berjalan Lancar

330
0
Ujian Nasional Berbasis Komputer

Semarang, 4/3 (BeritaJateng.net) – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) hari pertama digelar Senin (4/3). Pelaksanaan USBN lancar karena sistem yang dipakai merupakan perbaikan dari sistem yang digunakan pada USBN tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala MKKS SMA Kota Semarang, Wiharto Senin (4/3 siang.

“Kami dikawal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah melalui pengawas SMA,” ujarnya. Pengawalan ini dimulai dari proses penyusunan soal tingkat kabupaten/kota melalui MGMP.

Wiharto menyebut untuk penyusunan soal sudah ada rambu-rambunya. Termasuk kisi-kisi penyusunan soal yang sudah diberikan beberapa bulan sebelumnya.

“Semua pengawas mengawal proses pembuatannya, Disdikbud Jateng juga memberi fasilitas pelatihan bagi para guru yang membuat soal,” terangnya.
Lewat hal tersebut ia berharap kualitas soal yang diberikan semakin baik dan mengikuti mekanisme.

USBN tahun ini, menurut Wiharto tidak digelar secara berurutan hari dan tanggalnya. Pelaksanaan dimulai pada Senin, 4 Maret 2019. Lalu berangsur-angsur pada 5, 6, 8, 13, 14, 18, dan 19 Maret 2019.

Untuk USBN 2019 SMA hari pertama ini diujikan mata pelajaran agama dan bahasa Indonesia. “Lembar jawab siswa nanti tetap ditinggal di sekolah masing-masing. Karena korektor adalah dari sekolah dan penentu kelulusan juga dari sekolah,” urai Wiharto.

Ia juga menjelaskan, karena korektor dan penentu kelulusan adalah pihak sekolah, maka sekolah juga menentukan nilai minimal kelulusan bagi siswa.

“Ambil contoh di SMA Negeri 3 Semarang itu nilai minimal rata-rata adalah 75. Sekolah lain boleh di atas atau di bawah itu,” terangnya.

Lebih jauh ia mengatakan, USBN merupakan penentu kelulusan anak dari satuan pendidikan. Ia menjelaskan syarat kelulusan adalah anak mengikuti pembelajaran minimal 6 semester, harus mengikuti UNBK, memenuhi nilai minimal USBN yang ditetapkan sekolah, serta memiliki nilai sikap minimal baik.

Disinggung terkait SMA mana yang memiliki standar nilai kelulusan terendah, Wiharto mengaku belum memiliki datanya. “Yang mengumpulkan data itu mestinya pengawas yang harus merekap semua. Jadi kami belum punya data itu,” urai dia.

Sekretaris Disdikbud Provinsi Jateng Sulistyo menambahkan, untuk pelaksanaan USBN SMA se Jawa Tengah berlangsung lancar. Artinya tak ada gangguan berarti saat ujian dilakukan.

“Hari ini berjalan lancar. Mapel agama dan bahasa Indonesia tak ada gangguan di Jawa Tengah,” urainya. (El)