Home Lintas Jateng Urai Kemacetan Kota Semarang, Kereta Ringan (LRT) Bisa Jadi Solusi 

Urai Kemacetan Kota Semarang, Kereta Ringan (LRT) Bisa Jadi Solusi 

IMG-20151018-WA0041
Desain rencana LRT Kota Semarang yang dibuat tahun 2013 silam.

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Pemerintah pusat tengah menyusun rencana pengurangan kemacetan yang disebabkan kendaraan pribadi banyaknya kendaraan pribadi dengan berbagai kebijakan.

Salah satunya dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di beberapa wilayah di Indonesia diantaranya Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pakar Transportasi Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang, Joko Setijowarno, Minggu (18/10).

Menurutnya, selain Perpres tersebut, juga akan dikeluarkan Perpres sejenis yang akan dikeluarkan untuk percepatan pembangunan kereta ringan di Jakarta dengan 7 koridor dalam kota, Palembang 1 koridor, Bandung 2 koridor dan Surabaya 2 koridor.

Joko menjelaskan, kota Semarang tahun 2013 sudah melakukan kajian yang menghasilkan lintas Mangkang-Penggaron sepanjang 26 km dengan 15 stasiun diantaranya, Mangkang, Penggaron, Simpanglima, Wijayakusuma, Tambak aji, IAIN Walisongo, Sudirman, Karang Ayu, Soegijapranata, Pandanaran, A. Yani, Milo, Gajah, Fatmawati, Pucang Gading.

“Namun, disayangkan kajian ini tidak dilanjutkan melalui usulan ke Kementerian Perhubungan, sehingga ketika sekarang Pemerintah pusat akan menentukan kota-kota yang mendapat perhatian untuk dibangun LRT, Kota Semarang tidak termasuk ambil bagian,” ujar Joko.

Joko menambahkan, untuk pembangunan LRT memang membutuhkan biaya yang cukup besar, namun sebanding dengan manfaatnya nanti. “Perkiraan biaya pembangunan sekitar Rp 2,6 triliun, itu pun tidak pembelian sarana,” imbuhnya.

Potensi demand penumpang yang akan menggunakan LRT ini diperkirakan sebanyak 8.722 penumpang per hari.

“Masih ada kesempatan jika Pemkot Semarang berminat. Untuk angkutan umum lain, jangan mengabaikan sistem bus transit yang sudah dirintis dengan 4 koridor utama, agar kemacetan dapat terurai karena berkurangnya kendaraan pribadi di Semarang,” lanjutnya. (Bj)