Home News Update UPT Bengawan Solo Waspadai Banjir Kiriman

UPT Bengawan Solo Waspadai Banjir Kiriman

Bengawan solo yang terus mengalami peningkatan volume air.
Bengawan solo yang terus mengalami peningkatan volume air.
Bengawan solo yang terus mengalami peningkatan volume air.

Bojonegoro, 16/2 (BeritaJateng.net) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai banjir kiriman dari Kali Madiun, juga Bengawan Solo hulu, Jawa Tengah.

Banjir kiriman dari Kali Madiun, juga Bengawan Solo hulu, Jawa Tengah, itu bisa mempengaruhi ketinggian air Bengawan Solo di daerah hilir Jawa Timur, kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, Senin.

“Kali Madiun dan Bengawan Solo hulu, Jawa Tengah, ketinggian airnya kembali naik sejak kemarin (Minggu 15/2),” ujarnya.

Menurut dia, banjir di Kali Madiun, yang terjadi itu akan meningkatkan ketinggian air Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur.

“Meskipun Bengawan Solo di Jurug, Solo, juga besar, tetapi tidak terlalu berpengaruh,” katanya menegaskan.

Data di UPT Bengawan Solo, ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, mencapai 5,71 meter, Senin pukul 03.00 WIB.

“Saat ini Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, sudah penuh. Kalau ada tambahan air hujan harus dilepas ke Bengawan Solo,” tuturnya.

Sementara itu, ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro, yang semula 12,75 meter, naik kembali naik menjadi 12,80 meter, Senin pukul 06.00 WIB. Sedangkan di Ndungus, Ngawi, dan Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, juga cenderung naik masing-masing 5,60 meter dan 26,00 meter.

“Kewaspadaan menghadapi ancaman banjir Bengawan Solo tetap kita lakukan,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, menegaskan.

Bahkan, lanjutnya, BPBD sudah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam menghadapi meluapnya sungai terpanjang di Jawa di daerahnya, mulai pembentukan lokasi dapur umum dan lokasi pengungsian.

Sesuai data, lokasi yang dipersiapkan untuk dapur umum yaitu Desa Marmogulyo, Ngelo dan Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Desa Luwihaji, Tapelan, Kecamatan Ngraho, Desa Tebon, Padangan, Kecamatan Padangan.

Lainnya, di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Desa Leran, Mojosari, Talok, Kecamatan Kalitidu, Desa Ngablak, Kecamatan Dander, dan di sejumlah lokasi di Kecamatan Trucuk, Kota, Kanor dan Baureno.

Lokasi yang sudah ditetapkan untuk pengungsian, antara lain, di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, di sejumlah lokasi di Kecamatan Kota, di antaranya, di Gedung Serbaguna di Desa Ledokwetan.

Selain itu, lokasi titik pengungsian juga dipersiapkan di sejumlah lokasi di Kecamatan Trucuk, Kanor, Kapas, Balen dan Baureno. (ant/BJ)