Home Lintas Jateng Polres Karanganyar Tidak Bisa Memproses Hilangnya Silvi Mahasiswi UNS

Polres Karanganyar Tidak Bisa Memproses Hilangnya Silvi Mahasiswi UNS

Ilustrasi

KARANGANYAR, 13/1 (BeritaJateng.net) – Keluarga Silvi Nurfitriani mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Fakultas Teknik jurusan Perencanaan wilayah dan Kota yang yang diwakili oleh kakaknya pernah melaporkan hilangnya Silvi ke Polres Karanganyar. 

Pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) juga menyatakan keluarga dari Banjarnegara juga sudah melaporkan hilangnya Silvi kepada Polres Karanganyar beberapa waktu lalu.  

Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra melalui Kasatintelkam Polres Karanganyar, Jawa Tengah AKP Waliyana membenarkan pihak keluarga Silvi Nurfitriani bermaksud untuk melaporkan hilangnya Silvi sejak 6 Desember 2015 lalu. Pihak keluarga yang melapor adalah kakak Silvi yang sedang kuliah di Jogjakarta.

“Namun pihak Kepolisian tidak bisa menindaklanjuti pelaporan tersebut. Karena tempat kejadian perkara Silvi menghilang di Solo,” jelas AKP Waliyana, ketika ditemui di kantornya  Selasa (12/1/2016) sore. 

Meskipun keluarga menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari rekan Silvi menyebut  Silvi memang sering ke Karanganyar untuk melakukan kegiatan sosial di Karanganyar namun, tetap saja pihak kepolisian tidak bisa memprosesnya. 

Keluarga, lanjut AKP Waliyana  tidak bisa menerangkan wilayah Karanganyar mana yang sering di datangi Silvi dan di desa mana Silvi menghilang jika memang Silvi hilang di wilayah Karanganyar. Saat itu pihak keluarga melaporkan bahwa Silvi hilang, bukan terkait organisasi  Gafatar. 

“Karena itu kita sarankan untuk melaporkan hilangnya Selvi ke pihak Polres Solo. Karena TKP hilangnya Silvi ada di Solo,” terang AKP  Waliyana 

Sementara itu Waliyana sendiri juga mengakui kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di wilayah Karanganyar memang ada. Namun sudah sejak enam bulan yang lalu vakum tidak ada kegiatan. Biasanya meraka melakukan acara sosial seperti donor darah ataupun bakti sosial.

“Sejak pertengahan tahun lalu, Gafatar sudah tidak aktif. Dulunya markasnya ada di Palur. Biasanya agendanya adalah bakti sosial dan  donor darah,” terang Waliyana. (BJ24)