Home Headline Update Covid-19 Terkini 25 April 2020 Kabupaten Blora

Update Covid-19 Terkini 25 April 2020 Kabupaten Blora

346

BLORA, 25/4 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, pada hari Sabtu (25/4/2020) kembali menyampaikan update kondisi terkini tentang persebaran virus Corona. Kali ini update disampaikan oleh Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinsos P3A.

Bertempat di Medis Center GTPP Covid-19 Kabupaten Blora, Sekda menyampaikan bahwa hingga saat ini berdasarkan data monitoring yang masuk, jumlah OTG atau Orang Tanpa Gejala yang masih proses pemantauan ada 8 orang.

“Sedangkan untuk ODP yang masih pemantauan ada 127 orang, selanjutnya PDP masih ada 8 orang yang masih dalam pengawasan, PDP meninggal dengan hasil PCR belum keluar ada satu, PDP meninggal dengan hasil PCR negative satu, dan PDP selesai pengawasan 3 orang,” ucap Sekda.

“Untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan uji swab test melalui lab PSR hingga kini hanya ada satu, yang telah meninggal beberapa waktu lalu. Secara teknis nanti akan ditambahkan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan,” tambah Sekda.

Selanjutnya untuk jumlah pendatang atau pemudik di Kabupaten Blora hingga Jumat malam (24/4/2020) pukul 21.00 WIB sebanyak 24.750 jiwa, dan tersebar di 16 Kecamatan se Kabupaten Blora. Mereka langsung didata oleh masing-masing desa dan diminta untuk isolasi diri secara mandiri selama 14 hari.

“Untuk warga Blora yang ada di luar kabupaten, kami mohon untuk tidak mudik. Pemerintah sudah melarang, sehingga perlu kita jaga bersama agar masyarakat kita yang tercinta bisa tetap sehat. Dengan tidak pulangnya sudara saudara semua, akan bisa menajag kesehatan diri masing-masing dan kesehatan keluarga yang ada di kampung,” terang Sekda.

Tak henti-hentinya, Sekda mengingatkan kewajiban menggunakan masker ketika terpaksa keluar rumah. Serta tidak bepergian jika tidak penting, selalu cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.

Pada kesempatan ini, Sekda juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, dan stakeholder terkait yang terus menerus secara bersama-sama bahu membahu melawan wabah virus Corona ini. Baik bantuan secara fisik, material, maupun gerakan sosial. Menurutnya bantuan yang masuk ke Posko GTPP langsung disalurkan ke fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Blora, baik klinik, puskesmas, maupun rumah sakit.

“Selain Covid-19, kita juga harus waspada dan hati-hati pada Demam Berdarah (DBD) yang saat ini banyak terjadi di daerah lain. Mari kita kembali galakkan 3M untuk pemberantaasan sarang nyamuk. Semoga Blora bisa terhindar dari DBD ini,” tambah Sekda.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes menyampaikan perkembangan klinis terkini dari kasus Blora, kasus Kentong Cepu, dan tambahan kasus Tunjungan.

“Untuk kasus positif yang terkonfirmasi secara lab hanya satu di Kecamatan Blora, yang meninggal 9 April lalu. Hasil tracking dan telusur kontak langsung maupun tidak kontak langsung ada 161 orang. Mereka yang kontak langsung, kita rapid test semuanya dan hasilnya ada 3 yang positif rapid. Tiga ini, satu diisolasi di RSUD Blora, dan 2 isolasi mandiri karena secara klinis kondisinya sehat,” ucap Lilik Hernanto, SKM, M.Kes.

Selama masa isolasi, walaupun isolasi mandiri menurutnya akan tetap diawasi dan dipantau oleh petugas kesehatan. Pasien ini juga sudah dilakukan pengambilan swab test dan menunggu hasilnya dari BTKL Yogyakarta sekitar 10-14 hari.

“Sedangkan untuk kasus kedua, yang PDP dari Desa Kentong, Kecamatan Cepu hingga kini belum terbukti positif secara laboratoium, baru secara rapid test saja. Saat ini kondisinya semakin membaik, dan menunggu hasil swab test yang sudah kita kirimkan ke BTKL Yogyakart. Semoga nanti hasilnya negatif,” ujar Lilik Hernanto, SKM, M.Kes.

Adapun orang disekitarnya yang ada di Kentong, menurutnya juga sudah ditracking dan sebanyak 14 orang yang pernah kontak, 7 dari keluarga dan 7 dari petugas Puskesmas langsung di rapid test pada hari Jumat kemarin.

“Semuanya 14 orang setelah di rapid test, hasilnya negatif,” tambahnya.

Kemudian, kemarin ada kasus PDP meninggal dari Tunjungan. Pasien menurut Lilik Hernanto adalah perempuan dengan usia sekitar 60 tahun.

“PDP yang meninggal dari Tunjungan ini sebelumnya merupakan rujukan dari RS Wira Husada (DKT) Blora yang dikirim ke RST Wira Bhakti Tamtama Semarang. Hasil rapid testnya negatif, tetapi meninggal dunia. Saat ini masih menunggu hasil swab test lab PCR nya, semoga saja negatif. Almarhum sudah dikebumikan di Tunjungan dengan lancar dan sesuai protap,” terangnya.

Terakhir, dirinya meminta seluruh masyarakat, baik awak media untuk menghormati azas confidential atau kerahasiaan pasien yang dilindungi oleh undang-undang.

“Jangan menyebutkan informasi pasien secara detail, karena mereka dilindungi UU. Kita juga tidak boleh mendiskriminasi mereka. Mereka bukan penjahat, mereka bukan teroris, mereka juga korban yang punya hak hidup sama seperti kita. Penderita tetap harus dilindungi berdasarkan UU, jangan fulgar, kasihan keluarganya, jangan dikucilkan. Hormati mereka, tak perlu takut, cukup menjaga jarak, tidak bersentuhan dan selalu pakai masker. Itu aman,” pungkasnya. (El)