Home Headline Upaya Peningkatan PAD terkendala Minimnya SDM

Upaya Peningkatan PAD terkendala Minimnya SDM

1774
0

SEMARANG, 10/4 (Beritajateng.net) – Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang fokus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di beberapa sektor. Salah satunya adalah di Kebun Benih yang tersebar di beberapa tempat di Jawa Tengah.

Dari beberapa kebun benih yang dikunjungi, komisi yang membidangi masalah pendapatan ini menemukan kendala yang sangat serius yang dinilai cukup mengganggu dalam upaya peningkatan PAD. Kendala tersebut adalah sangat minimnya SDM yang memiliki status ASN (PNS) di setiap balai. Padahal untuk urusan teknis, peran ASN sangat vital dan tidak bisa digantikan.

Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tetty Indarti mengatakan, kekurangan SDM aparat sipil negara (ASN) di kebun benih sudah sangat menghawatirkan. Salah satu contoh yang ada di Kebun Benih Maos Kabupaten Cilacap saat ini hanya memiliki ASN sebanyak 3 orang padahal sawah yang dimiliki seluas 10 hektare.

“Ini sangat ironis, bagaimana bisa kejar pendapatan yang banyak kalau SDM nya saja cuma tiga,” katanya saat mengunjungi kebun benih Maos.

Tetty menjelaskan, kekurangan SDM ASN di Jawa Tengah terjadi di semua lini dan dirasa menjadi kendala yang sangat serius. Oleh karena itu Komisi C minta Pemprov Jateng segera melakukan langkah taktis untuk mengatasi kekurangan ini.

“Kami minta segera koordinasi dengan Pemerintah Pusat agar ada pengangkatan ASN baru, atau minimal rekrut Pegawai Harian Lepas,” katanya.

Kalau tidak diambil langkah taktis untuk mengatasinya, lanjut Tetty, pihaknya kawatir akan mengalami kendala yang lebih parah mengingat banyak pegawai yang akan memasuki masa pensiun.

Senada dengan Tetty, Anggota Komisi C Sri Ruwiyati menyampaikan, kekurangan ASN di Jawa Tengah sudah menjadi sangat kronis. Untuk mengatasi masalah tersebut tiap satuan kerja diminta membuat usulan ke Pemprov agar dicari solusinya.

“Saya minta tiap tiap satker atau balai segera membuat usulan penambahan tenaga ASN. Saya kawatir ASN disini akan habis dan kinerjanya bisa berhenti,” ungkapnya.

Kebun Benih Maos memiliki lahan sawah yang sangat subur sebanyak 10 hektar. Menghasilkan PAD sebesar Rp. 640.040.000 pada tahun 2017. Sebelumnya pada tahun 2016 PAD yang dihasilkan sebesar Rp. 529.600.000.

(NK)