Unnes Terus Pacu Mahasiswa Berenterpreneurship

Rektor Unnes

Semarang, 4/9 (BeritaJateng.net) – Universitas Negeri Semarang terus memacu para mahasiswanya untuk menekuni wirausaha atau “entrepreneurship” seiring semakin ketatnya persaingan lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.

“Kewirausahaan adalah karakter wajib yang harus dimiliki mahasiswa Unnes. Kalau sikap dan karakter kewirausahaan, 100 persen mahasiswa dibekali,” kata Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman di Semarang.

Hal tersebut diungkapkannya di sela Diskusi Kelompok Terpumpun Pengembangan Sistem Informasi Standarisasi Kompetensi Profesi Bidang Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Hotel Grand Edge Semarang.

Dalam kegiatan itu, ditandai pula dengan penandatanganan kerja sama antara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI dan Unnes untuk menggarap sistem informasi sertifikasi profesi di 16 subsektor ekonomi kreatif.

Fathur mengakui selama ini keterserapan lulusan di dunia kerja masih menjadi kendala kalangan perguruan tinggi karena tidak cukup satu tahun lulusan mampu langsung bekerja sesuai dengan relevansinya.

“Relevansi itu artinya sesuai dengan bidang keilmuannya. Makanya, semua mahasiswa kami bekali karakter kewirausahaan, tetapi memang hanya ada beberapa orang yang benar-benar menjadi wirausahawan,” katanya.

Sebagai contoh dalam dua periode lulusannya, tercatat ada lulusannya yang menjadi pengusaha susu dengan omzet sampai Rp1 miliar, kemudian ada lulusannya yang berbisnis camilan dengan omzet puluhan juta rupiah.

Dalam perkuliahan, kata Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu, ada satu mata kuliah kompetensi kewirausahaan yang wajib diikuti mahasiswa di seluruh fakultas yang ada di universitas konservasi itu.

Selain itu, Fathur mengatakan Unnes juga memiliki unit kegiatan mahasiswa (UKM) kewirausahaan untuk menampung kreativitas mahasiswa, termasuk adanya himpunan pengusaha muda Unnes sebagai suatu komunitas.

Tidak hanya membekali mahasiswa dengan penanaman karakter kewirausahaan, lanjut dia, Unnes juga memfasilitasi mahasiswa dengan pemberian dana bergulir maksimal Rp5 juta/orang/kelompok untuk modal berwirausaha.

“Siapa saja mahasiswa atau secara berkelompok boleh memanfaatkan dana bergulir ini untuk pengembangan wirausaha. Sudah banyak yang memanfaatkan, dan merasakan hasilnya untuk berbagai bidang usaha,” katanya.

Selain itu, Fathur menambahkan Unnes memasukkan pula kewirausahaan sebagai salah satu kompetensi lulusannya dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) lengkap dengan skornya untuk melengkapi ijazah.

“Jadi, ada ijazah, ada pula SKPI yang disertakan. Di dalam SKPI itu, ada beberapa kompetensi pendukung bagi lulusan, salah satunya kewirausahaan. Di situ kelihatan, skor kewirausahaannya berapa,” pungkasnya. (El)

Tulis Komentar Pertama