UNNES dan BEKRAF Jalin Kerjasama Kembangkan Sistem Sertifikasi Profesi 

UNES dan BEKRAF Jalin Kerjasama Kembangkan Sistem Sertifikasi Profesi 
        Semarang, 31/8 (BeritaJateng.net) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia untuk kedua kalinya menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Semarang untuk mengembangkan sistem informasi sertifikasi profesi di 16 subsektor ekonomi kreatif.
     “Ini kerja sama tahun kedua, yakni mempersiapkan sistem informasi sertifikasi profesi,” kata Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (KHI) dan Regulasi Bekraf RI Ari Juliano Gema di Semarang, Kamis.
     Hal tersebut diungkapkannya di sela Diskusi Kelompok Terpumpun Pengembangan Sistem Informasi Standarisasi Kompetensi Profesi Bidang Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Hotel Grand Edge Semarang.
     Ari menjelaskan sistem informasi itu dimaksudkan memudahkan masyarakat atau pelaku ekonomi kreatif dalam mencari informasi mengenai sertifikasi profesi untuk memperkuat kompetensinya.
     “Ada 16 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya musik, film, aplikasi komputer, kriya, kuliner, dan sebagainya. Di tahun kedua ini, kami bersama-sama menggarap 16 subsektor,” katanya.
     Menurut dia, sistem informasi itu akan memuat berbagai informasi mengenai sertifikasi profesi, mulai asesornya, lembaga sertifikasi profesi (LSP), hingga jadwal sertifikasi dilangsungkan.
     Unnes, kata dia, menyusun kerangkanya, sementara Bekraf yang mengisi konten-kontennya sesuai dengan 16 subsektor ekonomi kreatif yang terus didorong pengembangannya oleh pemerintah.
     “Dengan sistem ini, pelaku ekonomi kreatif akan terbantu, misalnya mencari informasi pendukung LSP yang paling dekat dengan tempat tinggalnya, kapan dilaksanakan sertifikasi profesi, dan sebagainya,” katanya.
     Di sisi lain, kata dia, Bekraf juga memfasilitasi sertifikasi profesi untuk beberapa subsektor yang berlangsung gratis, tetapi dengan sistem yang sama-sama ketat dan asesor yang teruji.
     “Kalau yang kami fasilitasi, biasany gratis. Ya, nanti bisa dilihat di sistem informasi ini. Namun, kelulusannya juga selektif, sekitar 60-70 persen. Jadi, tidak sembarangan lulus,” tegasnya.
     Sementara itu, Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman mengatakan kerja sama pertama dengan Bekraf mengenai pendataan potensi ekonomi kreatif secara nasional atau di seluruh Indonesia.
     “Tahun kedua ini, kami kembali bekerja sama membuat sistem ekonomi kreatif sebagai pemandu bagi semua kalangan yang memiliki kreativitas, ingin mengembangkan ekonomi kreatif,” katanya.
     Dengan kreativitas, kata dia, bis membntu meningkatkan nilai ekonomi produk, sebab sebenarnya masyarakat Indonesia sangatlah kreatif sehingga perlu diwadahi sistem informasi yang menyeluruh.
     “Kalau sistem ini sudah jadi, bisa menjadi pemandu pelaku ekonomi kreatif. Misalnya, mereka ingin mengembangkan kriya bagaimana, sinematografi bagaimana caranya, dan sebagainya,” pungkasnya.  (El)

Tulis Komentar Pertama