Home Lintas Jateng Universitas Semarang (USM) Berpotensi Capai Akreditasi A

Universitas Semarang (USM) Berpotensi Capai Akreditasi A

1617
0
Pengarahan Ketua LLDIKTI  Wilayah VI Jawa tengah dengan mengusung tema “Peran LLDIKTI dalam Meningkatkan Akreditasi USMi" 
       SEMARANG, 9/10 (BeritaJateng.net) – Melihat potensi Universitas Semarang (USM) untuk bisa mencapai akreditasi unggul “A”, maka penguatan dan percepatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi sebagai kunci dalam pengembangan USM.
        Hal itu dikemukakan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr DYP Sugiharto MPD Kons dalam acara Pengarahan Ketua LLDIKTI  Wilayah VI Jawa tengah dengan mengusung tema “Peran LLDIKTI dalam Meningkatkan Akreditasi USM,”  Selasa (9/10) di Ruang Sidang Gedung B, USM.
        LLDIKTI yang saat ini bergeser mindset dari Kopertis, sebagai pendampingan untuk peningkatan dan pengembangan mutu baik di PTN/PTS di satu wilayah dengan penguatan pada komponen-komponennya. “Untuk Efesiensi peningkatan Akreditasi sebagai indikator mutu tersebut, kami mendampingi perguruan tinggi dalam pengisian Sembilan kreteria untuk instrument baru, yang di back-up oleh 24 standar nasional pendidikan tinggi yang dilakukan,” terangnya.
       “24 standar nasional itu terdiri dari delapan dharma pendidikan, delapan dharma pengabdian dan delapan dharma penelitian. Dalam Peningkatan mutu di tahap awal, lakukan 24 standar tersebut secara optimal” imbuhnya.
        Percepatan dan penguatan mutu yang perlu diperhatikan bagi USM, meliputi percepatan dan penguatan mutu kelembagaan, kepemimpinan, dan dosen.
       Menurut Prof DYP, akreditasi USM saat ini mampu berubah untuk berakreditasi unggul. Karenanya, perlu adanya penguatan tekad dengan tiga kata kunci yakni membenahi, menjaga dan meningkatkan USM JAYA.
“Membenahi komponen dan proses internal, untuk itu saya tekankan agar USM jangan menjadi Sri Gunung. Kemudian Menjaga keberlanjutan trust masyarakat, agar cita-cita USM menjadi menara air bisa terwujud. Terakhir, meningkatkan kualitas dan peringkat progdi maupun perguruan tinggi,” jelas dia.
        Selain itu, Perguruan tinggi harus responsive terhadap perubahan jika tidak akan tergilas di era revolusi 4.0. Empat ciri dari revolusi 4.0 (Sangat cepat, sulit diprediksi, kompleks dan multi tafsir). Sebab itu, Perubahan peta tantangan perubahan tinggi harus disiapkan dalam menghadapi era revolusi tersebut yakni pertarungan antara fasilitasi (online-offline) dan reputasi (aktif-proaktif). Salah satunya dengan mempersiapkan program studi online.
        Sementara ini Kebijakan Kemenristekdikti terhadap tata kelola Perguruan tinggi Era Revolusi Industri 4.0 antara lain, pertama, paradigma tridharma perguruan tinggi harus diselaraskan dengan era industrusi 4.0 (Berubah cepat, Online dan Inovasi). Kedua, reorientasi kurikulum, serta format baru sistem pembelajarannya.
        Hadir Staff Khusus Kemenristekdikti, Abdul Wahid Maktub menyampaikan untuk kemajuan bersama perguruan tinggi jangan selfish (egois), Banyak bekerja sama dan merespon cepat terhadap era revolusi industri ini. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan yaitu, kita harus self inform agar kita lebih multifranchise. Kemudian kita harus bekerjasama bukan sigle factory tetapi multi factory, siap berkompetisi.
         Ketua Yayasan Alumni Undip, Prof H Muladi SH merespon beberapa masukan dari Prof DYP tersebut agar Rektor USM beserta jajarannya segera membentuk masing-masing penanggung jawab dalam implementasi 24 standar nasional perguruan tinggi.
        Forum tersebut juga dihadiri dewan pengurus, dewan penyantun, dewan pengawas Yayasan Alumni Undip, Rektor USM dan jajarannya, serta para pengelola fakultas di USM. (El)