Home News Update Unisulla Gelar Taaruf Mahasiswa Baru

Unisulla Gelar Taaruf Mahasiswa Baru

1261
Suasana taaruf mahasiswa baru Unisulla Semarang
Suasana taaruf mahasiswa baru Unisulla Semarang
Suasana taaruf mahasiswa baru Unisulla Semarang

Semarang, 31/8 (BeritaJateng.net) –
Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang mengadakan kegiatan pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru (Maba) 2015/2016 30 Agustus sampai 4 September 2015.

Pekan ta’aruf yang biasa dikenal dengan ospek tersebut berpusat di Masjid Abu Bakar Assegaf Unissula.

Untuk pekan ta’aruf tingkat Universitas berlangsung selama 3 hari. Ada sekitar 3.244 mahasiswa baru yang mengikuti pekan ta’aruf Unissula. Terdiri dari 1.461 mahasiswa laki-laki dan 1.783 mahasiswa perempuan, 26 program studi D III dan 12 Fakultas program studi S1.

Ketua Panitia, Ir. Prabowo Setiyawan, MT., Ph.D, mengatakan, pekan ta’aruf dilakukan didasarkan karena banyak maba yang berasal dari luar Jawa dan belum mengenal Unissula sebelumnya.

Maka diadakanlah ta’aruf atau perkenalan kampus agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Pekan ta’aruf dipusatkan di Masjid, sesuai penjelasan Rektor Unissula, H. Anis Malik Thoha, Lc., MA., Ph.D, bahwa masjid merupakan simbol peradaban Islam. Kegiatan-kegiatan apapun sebaiknya dilakukan di Masjid selama hal itu bermanfaat,” jelasnya.

Rektor Unissula, H. Anis Malik Thoha, Lc., MA., Ph.D juga mengatakan bahwa Unissula masuk dalam World Class Islamic University, yang mana mengarah pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertaraf dunia.  Universitas yang melaksanakan pendidikan bertaraf internasional dari segi kurikulum diakui oleh dunia Internasional.

“Ada kerjasama yang baik antara Unissula dan Perguruan Tinggi di Luar Negeri. Dari sanalah muncul mahasiswa luar negeri yang berminat transfer kuliah dan melakukan penelitian di Unissula,” paparnya di Masjid Abu Bakar Assegaf, Senin (31/8) siang.

Salah satunya lanjut Rektor Unissula, mahasiswa muslim minoritas di Thailand, yang mendapatkan perlakuan tidak adil di Negaranya.

H. Anis Malik Thoha juga menambahkan akan selalu mendukung aktivitas dan inovasi bagi para mahasiswa.

“Mahasiswa diwajibkan mengikuti salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) sebagai persyaratan kelulusan wisuda,” tandasnya.

Koordinator Walijamaah Unissula, Muh. Dias Saktiawan mengatakan kalau kakak-kakak koordinator walijamaah yang berjumlah 150 orang dari 12 fakultas di Unissula akan mengarahkan maba sesuai random.

“Kita disini sebagai kakak paling dekat maba di awal ta’aruf. Menanyakan hal-hal yang dianggap membingungkan oleh maba. Serta mempersiapkan apa yang harus dibawa maba saat pelaksanaan pekan ta’aruf,” ujarnya.

Dias juga menambahkan bahwa walijamaah mengacu pada standar kebijakan kredit ko kulikuler (SKK) yang di dalamnya terdapat poin-poin.

Poin-poin tersebut harus dikumpulkan mahasiswa baru Unissula sebagai syarat wisuda nantinya. Ada 13 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang harus dipilih oleh maba.

Selain itu, lanjut Dias poin tersebut juga berguna ketika mahasiswa menjadi ketua organisasi tingkat Universitas maupun fakultas. Sampai batas kira-kira 100 poin yang harus dikumpulkan selama menempuh studi S1 di Unissula.

“Maba dilarang membawa mobil, membawa atribut milik pribadi, seperti cincin, gelang, perhiasan, tas, dll. Tujuannya untuk menunjukkan kesetaraan,” imbuh Dias.

Maba diharuskan membuat tas dari kardus itu juga bukan tanpa alasan.

“Mereka dilatih untuk memanfaatkan barang-barang yang dianggap sampah atau tidak berguna menjadi benda yang bernilai. Kardus bisa didaur ulang sebagai sarana untuk mencukupi kebutuhan,” terangnya.

Sebenarnya dari kegiatan pekan ta’aruf ini berfungsi memperkenalkan visi dan misi Unissula kepada maba.

“Selain itu, 5 tahun kedepan wajah bangsa ini ada di tangan maba tahun ini. Mau dibawa kemana arah bangsa ini perlu disampaikan kepada maba sehingga tahu tugas dan tanggungjawabnya sebagai mahasiswa,” pungkasnya. (BJT01)

Advertisements