Home Lintas Jateng Unisri Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Plagiat

Unisri Sosialisasi dan Pelatihan Pencegahan Plagiat

Unisri

Solo, 2/3 (BeritaJateng.net) – Pelatihan Pencegahan dan Penanggulanggan Plagiat di Perguruan Tinggi digelar Univeritas Slamet Riyadi (Unisri) Solo dengan menghadirkan nara sumber dari Tim Sosialisasi Permendiknas, Prof. Dr. Ali Saukah, MA, Ph.D.

Pelatihan Pencegahan dan Penanggulanggan Plagiat di Perguruan Tinggi tersebut diikuti oleh sejumlah dosen dan juga mahasiswa di lingkungan Unisri yang berjumlah sekitar 70 orang peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. Rispantyo, Msi, mengungkapkan tujuan dari pelatihan tersebut guna meningkatkan pemahaman plagiarism dikalangan para dosen dan mahasiswa dilingkungan Unisri.

“Sehingga pada saat mereka melakukan penelitian, penulisan buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya, serta membimbing penulisan skripsi atau tesis mahasiswa terhindar dari plagiat,” jelasnya di Solo Jawa Tengah, Senin (2/3/2015).

Rispantyo, melanjutkan adanya plagiat sangat di larang. Regulasinya sudah diatur sejak lama dan juga pertegas dengan pemberlakuan Permendiknas nomor 17/2010.

“Lingkungan Unisri sendiri juga melakukan sosialisasi kepada para dosen dan mahasiswa baik jenjang S1 maupun S2 lewat berbagai media diantaranya web dan poster yang ditempel ditempat-tempat strategi di seputar kampus“ terangnya.

Prof. Dr. Ali Saukah, MA, Ph.D, yang hadir dalam seminar yang berlangsung Sabtu (28/2/2015) kemarin mengemukakan jika plagiat merupakan tindakan yang disengaja atau tidak untuk memperoleh atau kredit atau nilai suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain, tanpa menyebutkan sumber secara tepat dan memadai.

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UNM) ini juga menegaskan bagi dosen yang terbukti melakukan plagiat dapat dikenakan sanksi. Baik teguran, peringatan tertulis, penundaan hak dosen, penurunan pangkat dan jabatan akademik. Sampai dengan pencabutan hak diusulkan sebagai guru besar, pemberhentian dengan hormat status sebagai dosen, pemberhentian tidak hormat, sampai dengan pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan. (BJ24)

Advertisements