Home News Update Unisbank Jalin Kerjasama Dengan KPID Jawa Tengah

Unisbank Jalin Kerjasama Dengan KPID Jawa Tengah

IMG_20151023_155010

Semarang, 23/10 (BeritaJateng.net) –¬†Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah yang dituangkan dalam naskah perjanjian dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Rektor Unisbank Semarang, Dr. H. Hasan Abdul Rozak, SH.,CN., MM menuturkan, kerjasama ini meliputi pendidikan, pengabdian dan penelitian, dimana hal ini jelas bersinergi dengan kewajiban kampus Unisbank yang juga tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Bagaimanapun media penyiaran telah mempengaruhi kehidupan masyarakat, mudah-mudahan mahasiswa Unisbank mampu terlibat untuk mewujudkan program siaran radio ataupun televisi yang kerkualitas,” jelas Hasan.

Selesai panandatanganan kerjasama, acara dilanjutkan dengan diskusi publik dengan tema “Terjebak Dalam Rating Nielsen”. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut adalah Kabag. Humas Unisbank, Karman Sastro, Muhammad Aulia (Pengamat Media dari Lembaga Studi Pers dan Informasi), dan Direktur Dreamlight Semarang, Ir.Eko Nugroho., MBA serta Ketua KPID Jateng.

Selain itu, hadir juga sebagai peserta diskusi mahasiswa dari berbagai fakultas di Unisbank Semarang dan lembaga penyiaran, baik radio ataupun televisi.

Muhammad Aulia mengatakan, kualitas program televisi tidak ditentukan menggunakan rating Nielsen. Metode ini hanya menggunakan data kuantitatif yang diambil dari sample 10 kota besar di seluruh Indonesia. Karena menggunakan data kuantitatif yang terbatas, maka rating tertinggi yang dihasilkannya pun belum tentu merepresentasikan kesukaan program oleh masyarakat.

“Ketika responden mendiamkan channel TV maka responden itu dianggap suka, padahal bisa saja pada waktu itu ditinggal membersihkan rumah,” tutur Aulia.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Dreamlight Semarang, Ir. Eko Nugroho., MBA. Pencetus program televisi Tukar Nasib dan Uang Kaget ini menilai, perusahaan pemasang iklan turut bersalah karena mau pasang iklan pada program yang sebenarnya tidak berkualiatas.

“Kesedihan, tangisan atau kondisi yang memprihatinkan selalu menempati rating yang tinggi, tetapi belum tentu juga berkualitas. KPID perlu untuk memberikan reward dan potongan pajak terhadap pemasang iklan yang mengiklankan produknya di program TV yang ratingnya rendah tetapi berkualitas,” usul Aulia.

Narasumber lain, yakni Kabag Humas Unisbank, Karman Sastro juga menilai, UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran mempunyai ruang lingkup yang sangat terbatas.

“KPID hanya mempunyai ranah terhadap lembaga penyiaran TV dan Radio, padahal banyak media penyiaran lainya yang belum terjangkau. Dengan kondisi ini dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi program TV yang berkualitas. Akan menarik jika mengkampanyekan untuk mematikan TV terhadap program yang memiliki rating tinggi tetapi berkualitas rendah,” terang Karman melalui keterangan tertulis, Jumat (23/10). (BJT01)