Home News Update Unimus Gelar Bedah Novel Karya Tasaro GK

Unimus Gelar Bedah Novel Karya Tasaro GK

534

IMG_20151024_103548

Semarang, 24/10 (BeritaJateng.net) –¬†Fakultas Bahasa dan Budaya Asing Sastra Inggris Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menggelar acara ‘Bedah Novel Muhammad Para Pengeja Hujan’ di Gedung Rektorat Unimus, Sabtu (24/10).

Hadir sebagai kritikus sastra, Prof. Dr. Ali Imron Al Ma’ruf, dan penulis novel ‘Muhammad Para Pengeja Hujan’, Tasaro GK. Ada sedikitnya 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa sastra Inggris Unimus, Sekolah Menengah Akhir (SMA) se-Kota Semarang dan Umum turut menyaksikan acara bedah novel tersebut

Bedah novel ini merupakan karya baru dari penulis kreatif yang telah melahirkan banyak karya, Tasaro GK. Bisa dikatakan sebagai satrawan Indonesia yang memiliki kemahiran bercerita yang sangat memesona. Gaya pengisahannya sulit dicari tandingannya. Banyak yang menyebutnya sebagai Hamka pada zaman global.

Sebagai kritikus sastra yang piawai dalam menjelajahi estetika bahasa, Prof. Dr. Ali Imron Al Ma’ruf menilai novel karya Tasaro GK yang berjudul ‘Muhammad Para Pengeja Hujan’ sarat dengan bahasa sastra yang memiliki daya estetika tinggi.

“Novel ‘Muhammad Para Pengeja Hujan’ Tasaro GK ini memiliki eksotika cerita yang jarang ditemukan pada novel-novel Indonesia lain,” terang Imron.

Dengan jeli, Tasaro mengiring sejalankan sejarah Muhammad saw, lanjut Imron, dengan kisah fiktif tokoh utama. Lewat tokoh utama tersebut narasi besar Muhammad saw terkuak. Tasaro mampu memadukan fakta sejarah dengan fiksi imajinatif. Memadukan data sejarah dengan imajinasi bukanlah perkara yang gampang dan sederhana. Terlebih sejarah tentang Nabi Muhammad saw yang sangat sensitif karena menyangkut domain keagamaan.

“Ramalan tentang Nabi Muhammad yang termaktub dalam kitab-kitab suci agama seperti Zoroaster, Hindu, Budha dan Kristen pada ujungnya menjadi daya tarik dalam novel ini,” imbuhnya.

Sebagai akhir dari kritikannya, Imron memberikan apresiasi tinggi kepada Tasaro GK. Biar bagaimanapun novel ‘Muhammad Para Pengeja Hujan’ mampu mengangkat genre sastra novel yang berunsur sastra profetik.

Diana Hardiyanti., M.Hum selaku Ketua penyelenggara acara yang juga lulusan S1 Sastra Inggris Unimus berharap dengan kegiatan bedah novel ini bisa sebagai syiar dakwah Islam.

“Selain, syiar juga sebagai silaturrahim dari program studi Sastra Inggris kepada masyarakat serta institusi lain,” pungkas Diana. (BJT01)