Home News Update Unimus Siap Bersaing dengan SDM Luar Negeri

Unimus Siap Bersaing dengan SDM Luar Negeri

816

Semarang, 3/2 (BeritaJateng.net) –¬†Masing-masing Perguruan Tinggi (PT) harus memperkuat kualitasnya sesuai dengan karakteristik PT itu sendiri. Secara umum upaya dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) sudah dilakukan oleh beberapa PT, hanya saja untuk kompetensi atau kemampuan umum seperti bahasa, kemampuan komunikasi secara tertulis merupakan suatu hal yang hukumnya wajib bagi mahasiswa untuk digali lebih kompreshensif.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Widyo Winarso (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti) saat diwawancarai usai mengisi kuliah umum bertema ‘Kesiapan Lulusan Perguruan Tinggi Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC)’ di Gedung Nursing Research Centre (NRC) 408 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Rabu (3/2) sore.

Menurut Widyo, Perguruan Tinggi melihat kualitas lulusannya dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja tingkat ASEAN, sehingga dalam jangka panjang lulusan yang dihasilkan mampu berkontribusi. Khususnya pada hubungan kerja yang dibutuhkan ASEAN tidak hanya di Indonesia.

“Intinya kita juga harus menjadi bagian dari keluarga ASEAN,” tutur Widyo.

Widyo menambahkan, lulusan PT seharusnya tidak hanya berorientasi secara nasional untuk mengisi pembangunan di Indonesia tetapi juga di ASEAN.

“Artinya, disatu sisi melihat jauh lebih luas karena lulusan dari luar negeri juga akan masuk dan bersaing di Indonesia,” imbuhnya.

Widyo menilai kualitas lulusan secara umum dipengaruhi oleh kualitas Perguruan Tinggi secara umum. Kemampuan dan kompetensi mahasiswa secara individu berbeda-beda.

“Bisa jadi lulusan dari PT ternama tidak jauh lebih baik dari PT di bawahnya, karena perbedaan kompetensi masing-masing individu,” ujarnya.

Kompetensi Unimus bagus karena dikelola secara profesional, lanjutnya.

Dalam Kuliah Umum ‘Kesiapan Lulusan Perguruan Tinggi Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC)’ yang juga dihadiri oleh jajaran Kaprodi, Dekan, Mahasiswa, dan karyawan Unimus ini, Rektor Unimus Prof. Masrukhi, M.Pd menjelaskan jika kompetensi dan keilmuan masing-masing program studi betapapun kompetensi lulusannya tinggi, ketika mentalitas tidak siap dan merasa inverior seharusnya tidak perlu ditumbuhkan.

“Di dalam perkuliahan, kita mengacu pada standart kurikulum internasional. Artinya bahwa kurikulum prodi-prodi di Unimus diharapkan kompetensi yang diterima mahasiswa, khususnya para alumni setara dengan lulusan luar negeri sesuai prodi,” terang Rektor Unimus saat diwawancarai usai Kuliah Umum, Rabu (3/2) sore.

Pihaknya berharap lulusan Unimus kuat dalam keislaman dan ke-Muhammadiyah-an.

“Hingga nantinya alumni bisa bergaul, berkarya dan bekerja di negara lain dan tidak tercerabut dari nilai-nilai agama Islam,” imbuhnya.

Sebab, menurutnya pengembangan soft skill di kalangan mahasiswa alumni Unimus bermentalitas siap bersaing dan bersanding dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di luar negeri. (BJT01)