Home Headline Uniknya Peragaan Busana dari Koran dan Kertas Bekas

Uniknya Peragaan Busana dari Koran dan Kertas Bekas

image

Semarang, 8/2 (BeritaJateng.net) – Bila peragaan busana biasanya menggunakan gaun dari kain, berbeda dengan yang dilakukan mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang, puluhan mahasiswa berlenggak lenggok diatas catwalk dengan pakaian berbahan dasar Koran dan kertas bekas.

“Peragaan busana daur ulang koran dan kertas bekas ini memang sengaja dilakukan untuk memenuhi ujian semester salah satu mata kuliah,” papar Meta Mayang tanti salah satu peserta ujian.

Menurutnya, dalam fashion show bukan bukan hanya memperagakan baju daur ulang saja, para model harus unjuk kebolehan berlenggak lenggok diatas catwalk untuk memperebutkan juara 1,2 dan 3.

“Dalam peragaan ini, mahasiswa harus berkreatifitas menyajikan gaun yang indah dan menawan meskipun dengan kertas dan Koran bekas. Selain memanfaatkan barang yang tidak layak pakai, kami mendaur ulangnya kembali menjadi busana mewah,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menyusun satu busana dari daur ulang kertas, dirinya membutuhkan waktu satu hari. “Yang paling susah itu membuat detail baju dan menyesuaikan ukuran gaun dengan modelnya, tapi dari situ saya belajar banyak, belajar untuk kreatif dan teliti,” ungkap Meta.

Sementara itu, Rawinda dosen pengampu sekaligus juri dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyuguhkan puluhan gaun menawan dalam peragaan busana dari daur ulang kertas dan Koran.

“Sebagai calon guru, mereka belajar kreatif memanfaatkan media yang ada seperti kertas maupun Koran bekas. Semoga acara ini menginspirasi mahasiswa lain untuk selalu mengembangkan kreativitas yang dimilikinya,” ujar Rawinda. (BJ05)