Undip Target Patenkan 30 Temuan Hasil Riset Tiap Tahun

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

Semarang, 5/1 (BeritaJateng.net) – Universitas Diponegoro Semarang menargetkan dalam setiap tahun bisa mematenkan setidaknya 30 hasil riset dari berbagai fakultas yang ada.

“Kami targetkan hasil riset yang dipatenkan bertambah 30 karya setiap tahunnya. Itu target capaian, harus bisa,” kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, di Semarang.

Saat ini, Undip sudah resmi menerapkan sistem pengelolaan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) yang mengimplementasikan kemandirian dalam pengelolaan lembaga pendidikan itu.

Yos mengakui sebelumnya Undip hanya memiliki 5-6 hasil riset yang sudah dipatenkan, tetapi menandai pelaksanaan sebagai PTN-BH sudah ada 52 hasil riset dari Undip yang memiliki hak paten.

“Capaian PTN-BH, salah satunya kan hasil riset yang dipatenkan. Ini sesuai dengan arahan Pak Menristek Dikti mengenai hilirasi riset ke industri,” katanya lagi.

Dengan hasil riset yang sudah dipatenkan, kata dia, perguruan tinggi bisa menjadikannya sebagai salah satu sumber pendanaan yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan.

“Jadi, supaya pendidikan jadi tidak mahal, makanya kami terus mendorong untuk menghasilkan riset-riset yang kemudian bisa dipatenkan,” kata guru besar Fakultas Hukum (FH) Undip tersebut.

Ia menyebutkan hasil temuan peneliti Undip yang sudah dipatenkan, antara lain alat penyaring air kotor menjadi air siap minum yang sudah dipakai oleh sejumlah kalangan perhotelan.

“Saya sudah mencobanya. Jadi, air kotor sekali pun bisa diolah menjadi air yang bisa langsung diminum. Karena sudah dipatenkan, mereka yang memakai kan harus bayar royalti, segala macam,” katanya pula.

Ada pula, kata dia, asap cair hasil temuan Dr Ir Frontea Swastawati dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip yang bisa digunakan untuk mengawetkan makanan lebih lama.

Asap cair yang digunakan untuk pengasapan ikan itu, juga bermanfaat sebagai pemberi rasa, warna, dan memperbaiki tekstur daging hewan ternak dan ikan, serta berbagai kegunaan lainnya.

Lalu, hasil riset dari Dr M Nur DEA dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip, yakni sistem penyimpanan produk pertanian, khususnya sayuran dan buah-buahan berteknologi ozon.

“Bahkan, bisa juga untuk menyimpan komoditas lainnya, seperti beras dalam waktu cukup lama, sampai empat tahun. Ya, sekarang ini tahapannya memang ke bisnis dari hasil riset itu,” kata Yos lagi. (EL)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN