Home Headline Undip Belum Beri Sanksi Oknum Mahasiswa Pemesan Ekstasi dari Belanda

Undip Belum Beri Sanksi Oknum Mahasiswa Pemesan Ekstasi dari Belanda

208
0
Oknum mahasiswa Undip yang memesan pil ekstasi dari Belanda diamankan BNNP Jateng.
          Semarang, 5/4 (BeritaJateng.net) – Universitas Diponegoro Semarang belum memutuskan sanksi terhadap oknum mahasiswa CPI (22) yang tertangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah atas kasus narkotika kepemilikan 9 butir ekstasi
         “Kami sudah klarifikasi kepada BNNP Jateng. Benar, yang bersangkutan dengan inisial CPI memang mahasiswa Undip,” Ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hubungan Masyarakat Undip Nuswantoro Dwiwarno saat press rilis di Gedung Rektorat Undip Semarang, Kamis (5/4).
        Nuswantoro menjelaskan bahwa CPI tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip yang duduk di semester delapan atau memasuki semester akhir karena tinggal menyelesaikan skripsi.
       “Perbuatan oknum mahasiswa yang terlibat narkotika menjadi tanggung jawab hukum secara pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai mahasiswa Undip. Makanya, Undip tidak akan memberikan pendampingan hukum,” tambahnya.
        Ia menegaskan bahwa Undip mendukung penegakan hukum oleh aparat dan tidak memberikan pendampingan hukum kepada oknum mahasiswa bersangkutan, serta tidak akan mencampuri proses hukum yang berjalan.
        Yang jelas, kata dia, Undip tidak mentolelir perbuatan mahasiswa, baik mengonsumsi maupun terlibat dalam kasus narkoba. Dengan demikian, pihaknya akan mengenakan sanksi akademik yang tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
        Penerapan sanksi terhadap yang bersangkutan akan dilakukan menunggu putusan pengadilan yang bersifat” inkrah yang membuktikan bersalah dan hukuman yang dijatuhkan kepada yang bersangkutan.
         “Kami masih menunggu putusan pengadilan apakah yang bersangkutan diputuskan bersalah? Berapa tahun hukumannya? Kalau hukumannya melebihi masa studinya, bisa dikeluarkan dari status mahasiswa,” katanya.
         Secara akademis, dia menjelaskan bahwa Undip memiliki Peraturan Rektor Undip Nomor 15 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik Bidang Pendidikan Program Sarjana Undip, terutama dalam Pasal 56 Ayat (3) Poin F.
         “Pada Pasal 56 Ayat (3) Poin F, penyalahgunaan narkoba termasuk pelanggaran berat yang ancaman sanksinya bisa pemberhentian sementara sebagai mahasiswa hingga pencabutan status kemahasiswaan,” katanya.
        Secara internal, kata dia, FPIK Undip juga sudah membentuk tim untuk mengkaji penjatuhan sanksi terhadap oknum mahasiswa yang bersangkutan, terutama pemberhentian sementara selama menjalani proses hukum.
          “Kami sangat menyesalkan tindakan oknum mahasiswa tersebut. Meski dilakukan secara pribadi, perbuatan yang dilakukan mencederai upaya Undip yang selama ini berjuang membantu memberantas narkotika,” kata Nuswantoro.
       Sebagaimana diwartakan, BNNP Jateng menangkap seorang mahasiswa Undip berinisial CPI (22) asal Bandung, Jawa Barat, yang memesan narkotika jenis ekstasi melalui daring langsung dari Belanda menggunakan Bitcoin. (Nh/El)