Home Headline “Underpass” Simpang Lima Semarang diusulkan ke Kementerian PUPR

“Underpass” Simpang Lima Semarang diusulkan ke Kementerian PUPR

2479
0
Dalam tinjauannya, Hendi melakukan audiensi dengan pelaksana proyek terkait konsep pembangunan Kampung Bahari Semarang.

Semarang, 17/4 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan rencana pembangunan “underpass” di Lapangan Simpang Lima Semarang sudah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Mumpung ketemu Pak Dirjen, saya juga menyinggung tentang problem kemacetan paling vital, ya, di Simpang Lima. Kemarin, sudah cerita Pak Dirjen, kami lagi buat DED (detail engineering design),” katanya di Semarang.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, menceritakan pertemuannya dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, untuk membahas tentang pembangunan jalur tol Semarang-Demak.

Selain mengenai jalur tol Semarang-Demak, politikus PDI Perjuangan tersebut, menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu Pemerintah Kota Semarang juga menyampaikan beberapa program infrastruktur untuk mengurai persoalan kemacetan.

Sejumlah program tersebut, di antaranya jalur Semarang Outer Ring Road (SORR) untuk mengurai kemacetan di perbatasan Kendal hingga Jrakah, termasuk pembangunan “underpass” di Simpang Lima Semarang yang merupakan ikon Kota Semarang.

“Kemungkinan, solusi terbaiknya buat `underpass` di bawah Lapangan Simpang Lima. Beliau (Dirjen, red.) mengatakan nanti kalau DED sudah jadi supaya segera ada tim yang ke Jakarta supaya dilakukan kajian bersama,” katanya.

Untuk pengkajian dan paparan terkait rencana pembangunan “underpass” di Simpang lima, Hendi menargetkan segera dilakukan, yakni pada Juni-Juli 2018 sehingga pembangunan bisa dilakukan tahun depan atau dua tahun mendatang.

Sebelumnya, Dinas Penataan Ruang Kota Semarang pernah menyampaikan rencana pembangunan “underpass” di Lapangan Simpang Lima sebagai bagian dari penataan kawasan yang dilakukan Pemkot Semarang.

Rencananya, di bawah Lapangan Simpang Lima Semarang akan dibuat lima lantai ke bawah, termasuk akses jalan yang saling menghubungkan antarjalur atau semacam “underpass” untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Lahan parkir juga akan dibangun di bawah Lapangan Simpang Lima untuk menunjang kegiatan perekonomian di kawasan itu, termasuk untuk aktivitas para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Simpang Lima.

Hendi mengakui sudah banyak usulan yang masuk untuk penataan kawasan Simpang Lima, termasuk pembuatan “underpass”, “flyover”, hingga usulan agar lingkaran lapangan di Simpang Lima diperkecil.

“Ya, nanti lapangannya tetap di atas. Hanya, di bawahnya yang dibangun jalan. Saya rasa bisa karena sudah ada teknologi yang memungkinkan. Kami akan lakukan kajian lebih mendalam,” katanya. (El)