Home Headline UNBK SMP di Semarang, Satu SMP Sempat Listrik Padam

UNBK SMP di Semarang, Satu SMP Sempat Listrik Padam

478
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Semarang

Semarang, 23/4 (BeritaJateng.net) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan MTs hari pertama di Kota Semarang secara umum berjalan lancar.

Meskipun terdapat kendala disalah satu SMP, karena listrik sempat padam namun dengan kesigapan Panitia UNBK, masalah listrik bisa ditangani dengan menyalakan genset yang telah disediakan.

“Tadi sempat ada masalah listrik, tiba-tiba padam listriknya sesaat sebelum ujian dimulai sekira pukul 09.30 WIB. Namun sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan dan tim panitia UNBK,” ujar Fajriah, Kasi Kurikulum SMP, Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Ia menjelaskan, pihaknya langsung sigap untuk menyalakan genset dan memulai kembali aktivitas. “Tadi di SMP Sudirman. Meskipun listrik sempat mati, tapi tidak masalah. Karena nanti dihitung begitu mulai dinyalakan komputernya, sehingga tidak mengurangi waktu Ujiannya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengakui jika ada satu SMP yang sempat padam listriknya. Tapi sudah diatasi dengan baik oleh Tim.

Ia menjelaskan, di Kota Semarang, 23.796 peserta yang mengikuti UNBK tingkat SMP/MTs, terdiri dari 11.827 siswa SMP negeri, 9.987 siswa SMP swasta. Lalu sebanyak 45 siswa MTS negeri dan 1.937 siswa MTS swasta di Semarang.

“Pelaksanaan UNBK tahun ini 100 persen menggunakan komputer,” jelasnya.

Jumlah 23.796 peserta UNBK tingkat SMP di Kota Semarang berasal dari total 217 jumlah satuan pendidikan di kota tersebut.

Untuk menunjang 23.796 peserta UNBK tingkat SMP sederajat di Semarang bisa mengerjakan ujian tanpa terganggu, menurutnya Disdik Kota Semarang melakukan sejumlah hal. Di antaranya terkait konektivitas jaringan.

Yakni memasang 298 server dan 9.601 client untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP sederajat di Kota Semarang.

Pelaksanaan UNBK SMP 2019 menggunakan sistem resource sharing. Menurut Gunawan hal inu karena belum semua sekolah di Kota Semarang siap menggelar ujian secara mandiri. (El)