Home Lintas Jateng UMK Blora naik 8,7 persen 

UMK Blora naik 8,7 persen 

191
0
kepala dinas perindustrian dan tenaga kerja kabupaten blora
         BLORA, 2/11/2017 (BeritaJateng.net) – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Blora diusulkan naik sebesar 8,7 persen. Kenaikan ini sudah disetujui oleh dewan pengupahan kabupaten.
         Kepala dinas perindustrian dan tenaga kerja kabupaten Blora Suryanto mengatakan, UMR kabupaten Blora akan naik sebesar Rp 125.900 atau menjadi Rp 1.564.000 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1.438.100. prosentase kenaikan sebesar 8,7 persen.
         Upah Minimum Kabupaten Blora 2018 rencananya akan naik 125.900 atau naik 8,7 persen dari UMK 2017 lalu sebsar Rp 1.438.100. Berarti pada 2018 nanti UMK Kabupaten Blora akan menjadi Rp 1.564.000.
           “Kenaikan UMK 2018 sebenarnya secara hitungan naik menjadi Rp 1.563.358. Tapi karena penghitungannya rumit kemudian dibulatkan menjadi Rp 1.564.000. Penghitungannya sendiri itu sudah sesuaikan dengan formula penghitungan dari Pasal 44 ayat (2) Permen 78 Tahun 2015 tetang pengupahan,” ujarnya.
         Jumlah kenaikan UMK 2018 juga telah selesai dibahas bersama dengan dewan pengupahan yang terdiri dari serikat pekerja di Blora. Lalu setelah ini kemudian akan diserahkan kepada Bupati. Dari Bupati akan diserahkan kepada Gubernur.
           Untuk kenaikan hingga 8,7 persen ini menurut Suryadi, selain dari Permen 78 juga sudah sesuai dengan dengan kebutuhan hidup di Blora. Karena untuk ukuran ini juga sudah didasarkan atas penilaian ekonomi di Blora melalui survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang dilakukan oleh BPS setiap lima tahun sekalih. Sejak tahun 2014 UMK Blora 100 persen sama dengan KHL.
(MN/El)