Umat Kristiani Purbalingga Rayakan Jum’at Agung

Visualisasi drama penyaliban Yesus Kristus pada peringatan Jum’at Agung di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga, Jum’at (14/4).
            Purbalingga, 14/4 (BeritaJateng.net)  – Umat Kristiani di sejumlah gereja di Purbalingga merayakan ibadah Jum’at Agung. Aparat kepolisian juga tampak ikut mengamankan jalannya ibadah untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus sebagai sang juru selamat umat manusia di dunia itu. Pantauan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga, sedikitnya 1.600 jemaat mengikuti kebaktian yang dimulai pada Jum’at (14/4) pagi mulai pukul 08.00 WIB. Ruangan ibadah tidak mencukupi sehingga jemaat meluber hingga ke halaman depan dan samping gereja.
            Dalam ibadah di GKJ Purbalingga juga disajikan visualisasi drama penyaliban Yesus Kristus diatas kayu salib. Drama itu untuk mengenangkan kembali dari mulai Yesus Kristus dihakimi hingga menjalani hukuman dan wafat. Drama tersebut diperankan oleh sejumlah majelis GKJ dan para pemuda pemudi gereja.  Tokoh Yesus Kristus diperankan oleh Sri Kustono, majelis gereja setempat. Drama itupun membuat para jemaat terharu ketika mengenang sengsaranya Yesus Kristus.  Beberapa jemaat bahkan ada yang menetskan air mata dan terhanyut perasaannya dalam drama itu.
                Pendeta Rudiarto Budi Prasetyo, S.Th yang membawakan kotbah dengan tema ‘Pengadilan yang Tidak Adil’ menyerukan kepada semua warga masyarakat untuk menghormati keberagaman yang dilandasi dengan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.  Rudiarto juga menyinggung soal ledakan di gereja Santo Yusuf Ambarawa Kabupaten Semarang yang dikenal dengan Gereja Jago pada Kamis (13/4) sore. Meski ledakan itu berupa mercon biasa, namun membuat jemaat berhamburan ke luar ruang gereja.
             Rudiarto mengungkapkan, apa yang akan dilakukan umat Kristen jika mengetahui ketidakadilan atau kecurangan di dunia. Akankah bersikap pasif saja? Atau ikut melakukan kecurangan dan ketidakadilan itu? Mengganti status agama di KTP (Kartu Tanda Penduduk) demi jabatan? Atau malah ikut menyuap juga demi sebuah jabatan?
“Dengan menghayati pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, maka umat Kristen dalam kehidupan di dunia harus melawan ketidakadilan itu. Jangan melakukan kecurangan dalam segala hal, dan tetaplah setia kepada Yesus Kristus,” pinta Rudiarto Budi.
            Rangkaian peringatan pekan Paskah diawali dengan Minggu Palma (9/4), Kamis Putih yang dilaksanakan Kamis (13/4) petang dan dipimpin pendeta Slamet Waluyo, S.Si, kemudian Jum’at Agung, Sabtu Sunyi yang digelar hari Sabtu (15/4) dan Minggu Paskah yang akan digelar Minggu (16/4). (yit/el)

Tulis Komentar Pertama