Home Alkisah Umat Kristiani Diminta Tidak Ikut-ikutan Sebarkan “Hoax”

Umat Kristiani Diminta Tidak Ikut-ikutan Sebarkan “Hoax”

436
0
Penampilan drama berbahasa Inggris  tentang kebangkiatn Tuhan Yesus Kristus yang dibawakan  oleh siswa siswi SD Kristen Bina Harapan Purbalingga 
           Purbalingga, 22/4 (BeritaJateng.net) – Bupati Purbalingga,Tasdi SH MM mengingatkan kepada warga masyarakat, termasuk  umat Kristiani di Purbalingga jangan ikut-ikutan menyebarkan berita hoax bohong). Pasalnya, berita hoax dapat memecah belah persatuan dan mengancam Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI). Dan penyebar berita hoax melalui media sosial dapat diancam  enam tahun penjara dan denda maksimal satu miliar rupiah, seperti diatur dalam Undnag-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
            “Kepada warga Kristiani, kami bepesan, jangan ikut-ikutan menyebarkan berita hoax melalui media sosial. Berita-berita hoax yang berisi provokasi dapat menyebarkan kebencian, yang ujungnya memecah belah persatuan dan kedamaian. Tetapi,  sebarkanlah berita kebenaran, agar masyarakat tetap aman, nyaman, tentram, dan damai,”pesan Tasdi  pada perayaan Paskah Bersama Badan Kerjasama Antar  Gereja  (BKSAG)-TNI& Polri se Kabupaten  Purbalingga, di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Jumat malam (20/4).
            Perayaan tersebut dihadiri seribu lebih umat Kristiani dari berbagai gereja se Purbalingga. Juga turut hadir, jajaran Forkompimda, dan pimpinan gereja se Purbalingga.
            Ikut memeriahkan perayaan Paskah tersebut, penampilan pianika dari Taman Kanak-kanak (TK) Bina Harapan, Paduan Suara (PS) Sangkakala dari Gereja Krieten Jawa (GKJ) Purbalingga, drama berbahasa Inggris dari SD Kristen Bina Harapan, dan PS Tabita & Friends (GKJ Penaruban).
Selain itu, ada penampilan  Vocal Group (VG) Senandung GKI Purbalingga, VG Vocalista Cantabile GKJ Penaruban, konser angklung dari GKJ Pengalusan, PS GSPdI Bobotsari, dan VG Kodim 0702 Purbalingga. Sedangkan renungan Paskah dibawakan oleh Pdt Tri Agus Fajar Winantiyo,S.Si dari GKJ Penaruban.
            Bupati Tasdi mengatakan, berita kebenaran akan memberikan kesejukan dan kedamaian. Selama ini, kehidupan beragama di Purbalingga sangat kondusif, di mana  kerukunan dan  hidup damai antar serta inter umat beragam terjaga dengan baik.
“Jangan sampai hal ini  dirusak oleh berita-berita hoax. Kalau dapat kiriman berita hoax, dicerna dulu,   kalau ada yang negatif atau yang provokatif, enggak nyaman, kemudian klarifikasi lihat sumber lain. Lalu berpikir secara rasional. Jangan disebarkan, yang bisa memancing kerusuhan,”pesan Tasdi.
            Bupati Tasdi juga mengapresiasi umat Kristen di Purbalingga, yang melalui BKSAG telah melakukan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  di Desa Serang Kecamatan Karangreja , dan Kelurahan Kandanggampang, Kecamatan Purbalingga, bulan Maret lalu. “Saya salut dengan kepedulian umat Kristiani di Purbalingga, yang melalui BKSAG ikut mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab), yakni memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni. Ini sangat membanggakan kami,” ujar Tasdi.
            Ketua BKSAG Purbalingga Frantinus Tri Trisnadi, S.Pd sangat setuju dengan pesan Bupati Tasdi. “Berita hoax tidak ada manfaatnya. Justru akan membawa kita kepada tindakan yang merugikan.  Untuk itu, mari kita hentikan penbyebaran berita hoax. Dan mari sebarkan berita kebenaran dan berita-berita positif yang dapat membangun kerukunan ummat. Hal ini selaras dengan tema  Paskah tahun 2018 ini, yakni Kuasa Keangkitan-Nya menjadikan kita hamba kebenaran, seperti diambil dari Roma Pasal l6 ayat 18,” ujar Tri  Trisnadi. (yit/El)