Home Lintas Jateng Ular Piton Kepung Kampung di Semarang

Ular Piton Kepung Kampung di Semarang

1407
penemuan ular piton di jalan Anggrek X Pekunden Semarang

Semarang, 24/2 (BeritaJateng.net) – Warga Jalan Anggrek X, Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Rabu (24/2) siang tadi digegerkan dengan penemuan ular jenis piton.

Sriyati (50), seorang PRT yang pertama kali menemukan ular tersebut mengatakan, saat dirinya tengah mandi kemudian mendengar suara yang jatuh dari atap.

“Pas lagi mandi saya dengar ada suara jatuh dari atas (ternit), setelah saya lihat ternyata seekor ular,” ujarnya.

Warga berhasil menangkap ular piton di jalan Anggrek X Pekunden Semarang
Warga berhasil menangkap ular piton di jalan Anggrek X Pekunden Semarang

Melihat seekor ular yang berada di dalam rumahnya, Sriyati lantas berteriak ketakutan dan meminta pertolongan warga.

Tak lama berselang, ular tersebut berhasil ditangkap oleh seorang warga bernama Wibowo (44). Setelah berhasil ditangkap, ular itu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah karung.

Menurutnya, temuan ular itu tak hanya sekali ini. Belum lama, ular dengan jenis yang sama juga ditemukan hanya berjarak satu rumah dengan tempat yang sekarang.

“Kemarin juga nemu, ular piton juga, di rumah kosong dan sebelahan persis dari rumah ini,” katanya.

Diketahui, dalam waktu satu bulan terakhir, warga sekitar Jalan Anggrek kerap diteror dengan sejumlah ular yang berkeliaran di pemukiman.

Yang lebih meresahkan lagi, ular-ular ini juga memasuki di pemukiman warga yang berada cukup jauh dengan tempat yang sekarang, yakni di Jalan Anggrek VII.

“Kemarin ularnya malah ditemukan di sebuah meja. Sekitar minggu yang lalu lah, di tetangga saya yang dijadikan kos,” tambah Wawan, yang juga warga setempat.

Dikatakannya, ular tersebut ditemukan di tempat yang tak diduga oleh warga dan jenis ukurannya pun beragam, mulai 1 meter hingga 4 meter.

Oleh warga, temuan ular itu selanjutnya dijual ke pasar hewan. Warga pun berharap, teror dari ular tersebut segera usai, sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi warga setempat. (Bjt02)