Home Kesehatan Ular dan Buaya Dukung Pemberantasan Psikotropika

Ular dan Buaya Dukung Pemberantasan Psikotropika

555

SUKOHARJO, 1/12 (BeritaJateng.net) – Memperingati Hari AIDS se dunia yang digelar setiap tanggal 1 Desember diwarnai dengan aksi menarik dengan membawa binatang reptil seperti dua ular piton dan dua ekor buaya sempat menjadi tontonan para pengguna jalan di sekitar  perempatan jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Aksi yang digelar oleh aktifis peduli AIDS bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo, Jawa Tengah juga membawa membawa spanduk maupun baliho bertuliskan “Aksi Simpatik memperingati hari Aids Se dunia”.

Alasan menyertakan buaya dan ular piton dalam aksi tersebut nantinya akan diberikan pada Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai bentuk dukungan pada lembaga pemberantasan Psikotropika yang akan membangun penjara khusus bagi pra pengedar narkobaa dengan menempatkan buaya ganas di penjara khusus para pengedar psikotropika.

Koordinator LSM Anti Narkoba Mitra Sebaya, Garis Subandi yang dulunya juga pemakai narkoba dan saat ini sudah sembuh dari barang haram tersebut menjelaskan banyak faktor yang bisa menyebarkan penyakit AIDS antara lain pengguna narkoba jenis suntik dan juga seks bebas yang sering berganti pasangan. 

“Lembaga  Mitra Sebaya berdiri tahun 2009 lalu. Dan saat itu jumlah penderita HIV Aids hanya 16 penderita saja,” jelasnya di sela-sela aksi di Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (1/12/2015). 

Namun, lanjut Garis Subandi tiap tahun jumlah yang terinveksi HIV/AIDS semakin meningkat. Saat ini untuk wilayah Sukoharjo jumlah penderita HIV/AIDS mencapai  250 penderita. 

Jumlah tersebut terang Garis menyerang berbagai usia termasuk 10 orang anak yang juga terinveksi HIV/AIDS. Dan 39 orang diantaranya  meninggal. Ada juga 26 orang yang tertular HIV/AIDS yang berasal dari pengguna narkoba yang melalui jarum suntik.

“Penyebaran HIV/AIDS yang kian meningkat terlihat mulai bergeser dari pola penyebaran seperti sebelumnya dimana dulunya ibu rumah tangga yang paling banyak terkena virus mematikan tersebut,” terang Garis. 

Saat ini, papar Garis justru penyebaran terbesar menyerang pasangan sejenis seperti Gay yang sangat beresiko terkena AIDS. Dari temuan di lapangan 50 persen diantaranya penderita HIV/AIDS berasal dari golongan tersebut. (BJ24)