Home Ekbis Tuntut Perlindungan Regulasi Tembakau, Ratusan Petani Tembakau Demo

Tuntut Perlindungan Regulasi Tembakau, Ratusan Petani Tembakau Demo

94
0
Ratusan massa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (09/01/2017), sebagai bentuk dukungan regulasi tembakau yang saat ini sedang terancam, dengan besarnya import tembakau yang masuk ke Indonesia.

SEMARANG, 09/01 (BeritaJateng.net) – Sebagai bentuk dukungan regulasi tembakau yang saat ini sedang terancam, dengan besarnya import tembakau yang masuk ke Indonesia, ratusan massa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (09/01/2017). Selain itu, unjuk rasa tersebut dilakukan untuk mendesak supaya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendampingi petani tembakau untuk membuat regulasi kepada pemerintah pusat.

“Kami mendorong Gubernur Jateng untuk ikut berjuang dalam proses regulasi tembakau, yaitu RUU pertembakauan. Kami para petani tembakau, mengharapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ikut menyampaikan kepada Presiden RI untuk menerbitkan UnPres, karena RUU pertembakauan sudah menjadi PROLEGNAS No 20, inisiatif dari DPR RI. Jadi selaku wakil rakyat daerah, Gubernur Jateng dapat menyampaikan itu, karena regulasi ini penting bagi para petani tembakau. Petani tembakau butuh perlindungan dan negara perlu hadir dalam perlindungan dan kelangsungan hidup para petani tembakau,” terang Wisnu Baratha anggota Asosiasi Petani Tembakau Indonesia.

Hal tersebut berkaitan pada tanggal 15 Desember 2016, dengan adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan, sudah masuk pada pembahasan PROLEGNAS DPR RI. Berdasarkan data APTI, sudah sekitar 60% tembakau import masuk ke Indonesia.

Meski perwakilan massa petani tembakau diterima pemerintahan Provinsi Jawa Tengah melalui Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, namun perwakilan petani tembakau tidak menerima, karena Gubernur Jawa Tengah tidak berada di kantornya.

“Karena Pak Gubernur hari ini tidak bisa menemui, kami akan datang lagi dengan jumlah lebih banyak lagi untuk datang ke Kantor Gubernur dan bisa bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah. Kami maklum, karena beliau sedang mendampingi Presiden RI. Tetapi kami tidak puas, kalau belum ketemu secara langsung, sehingga kami akan datang lagi kesini,” jelas Wisnu.

Menurut Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Tengah, Heru Setiadhie mengatakan aksi unjuk rasa tersebut untuk mendukung regulasi tembakau import dengan adanya RUU Pertembakauan. Untuk wewenang mengenai berlakunya RUU Pertembakauan tersebut, menurut Heru Setiadhie merupakan wewenang pemerintah pusat.

“Intinya mereka mendesak bahwa yang namanya RUU pembatasan import tembakau, itu segera dilegalkan. Karena kalau Undang-undang itu berlaku, maka dirasakan itu sebagai suatu perlindungan pada petani tembakau lokal. Proporsinya, produksi-produksi mereka bisa terserap untuk  kebutuhan pasar. Tapi kalau import dilepas tanpa regulasi, maka pasar otomatis akan memilih mana yang lebih murah. Mereka cukup bagus, karena mengerti ini bukan wewenang Provinsi, tapi ditingkat pusat,” ucap Heru Setiadhie

Rencananya, kedepan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia akan mengerahkan 10 ribu petani untuk dapat bertemu langsung dengan Gubernur Jateng guna menyampaikan regulasi kepada Presiden. Sebelumnya, massa petani tembakau yang berunjuk rasa sebanyak 700 massa. (ED/EL)