Home Headline Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Batang Geruduk Bupati

Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Batang Geruduk Bupati

Ratusan massa warga Kabupaten Batang menggeruduk kantor Pemkab Batang menuntut pejabat untuk segera perbaiki jalan rusak, Rabu (6/5).
Ratusan massa warga Kabupaten Batang menggeruduk kantor Pemkab Batang menuntut pejabat untuk segera perbaiki jalan rusak, Rabu (6/5).
Ratusan massa warga Kabupaten Batang menggeruduk kantor Pemkab Batang menuntut pejabat untuk segera perbaiki jalan rusak, Rabu (6/5).

BATANG, 6/5 (BeritaJateng.net) – Ratusan warga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Batang menggeruduk Pendopo Pemkab Batang menuntut perbaikan jalan di sejumlah titik yang dinilai rusak parah, Rabu (6/5) siang.

Massa melakukan aksi unjuk rasa menilai para pejabat Pemkab Batang yang malas bekerja dan hanya mementingkan kepentingan perut masing-masing. Pasalnya, dengan adanya sejumlah jalan dibeberapa titik banyak dibiarkan rusak hingga bertahun-tahun.  

Mundasih (49) warga Desa Depok Kecamatan Kandeman mengaku kecewa dengan pemerintahan sekarang. Pasalnya, jalan yang menuju ke desanya tidak pernah diperhatikan dan tidak ada perbaikan hampir selama 3 tahun terakhir ini.  

“Jalan yang menuju ke kampung kami sudah lama rusak, kerusakan jalan juga mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan. Saya berharap agar pemerintah segera memperbaikinya,” ujarnya.

Koordinator aksi unjuk rasa Nur Abadi mengatakan sikap pejabat yang tidak memikirkan rakyatnya merupakan penindas bagi rakyat. Dengan adanya pembiaran infrastruktur jalan yang semakin tidak terurus, kata dia, ini termasuk salah satu kinerja pejabat pemkab yang malas karena telah mengabaikan kepentingan umum.

“Keinginan masyarakat sebenarnya sangat sederhana. Bangun dan benahi jalan yang menjadi akses utama agar roda ekonomi dapat berjalan normal,” kata Nur Abadi.

Menurutnya, dengan diabaikannya jalan rusak menjadikan kendala bagi rakyat. Kerusakan jalan tersebut, kata dia, diakibatkan seringnya dilalui kendaraan berat yang mengangkut hasil tambang galian C.

“Kendaraan truk dump yang membawa tambang galian C menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan jalan. Hal itu sudah berjalan cukup lama, tapi kenapa seakan pemerintah tutup mata dan seolah tidak mau tahu,” ungkapnya.

Nur Abadi menambahkan, semakin lama jalan dibiarkan dan tidak ada perbaikan, sama halnya akan menambah kesengsaraan bagi rakyat. Ia mencontohkan salah satunya jalan yang rusak sepanjang 7 KM seperti di jalan Yos Sudarso.

Dimana jalan tersebut adalah akses menuju ke pelabuhan Batang dan tempat pelelangan ikan (TPI) bertahun-tahun dibiarkan rusak.

Ketua DPRD Batang Imam Teguh Raharjo menanggapi hal itu menyampaikan jika pembangunan maupun perbaikan jalan harus menggunakan prosedur yang jelas tidak asal membangun.

“Negara kita adalah negara hukum, apapun yang dilakukan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat harus sesuai dengan aturan yang benar. Bisa-bisa kalau asal membangun semua akan terkena dampaknya dan berimbas berhadapan dengan hukum,” terangnya.

Lanjutnya, selama ini pemerintah sebenarnya sudah lama memikirkan akan hal itu. Sebelum pembangunan terlebih dahulu dilakukan proses lelang.

“Ada sebanyak 280 Desa di Kabupaten Batang, semua juga meminta untuk diperhatikan. Tapi, pembangunan dilihat secara skala prioritas. Dan pada tanggal 4 Mei 2015 lalu, surat perintah kerja (SPK) telah ditanda tangani,” tandasnya. (BJ19)