Home Headline Tujuh Sekolah di Blora Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Tujuh Sekolah di Blora Mulai Pembelajaran Tatap Muka

145
Tujuh Sekolah di Blora Mulai Pembelajaran Tatap Muka

BLORA, 14/9 (BeritaJateng.net) – Sejumlah Sekolah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang menjadi Pilot Project Dinas Pendidikan untuk melaksanakan pemnejaran tatap muka dimasa Pandemi, Senin (14/9) pagi, mulai dibuka.

Sebanyak tiga SMP dan empat SD tersebar di eks Kawedanan sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Yakni, SMPN 2 Kedungtuban, SMPN 2 Tunjungan, SMPN 1 Todanan, dan SMPN 1 Menden. Sedangkan untuk tingkat SD, yakni SDN 1 Ledok Kecamatan Sambong, SDN 1 Gandu Kecamatan Bogorejo, SDN 1 Lebak Kecamatan Kradenan dan SDN 1 Jagong di Kecamatan Kunduran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Endang Rukmiati mengatakan, ada tujuh sekolah yang hari ini mulai menggelar pembelajaran tatap muka. Mereka tersebar di eks Kawedanan.

Menurutnya, ada delapan sekolah yang ditinjuk. Empat SMP dan empat SD. Tapi setelah terakhir di rapatkan dengan satgas, ada dua wilayah yang masuk zona orange, yaitu Kecamatan Todanan dan Kunduran, sehingga kita tunda dulu.

“Kita tunggu sampai 14 hari kedepan nanti kalau sudah berubah kuning atau hijau kita akan tinjau ulang lagi,” kata Endang saat meninjau langsung proses pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Tunjungan.

Konsep pembelajaran tatap muka ini menurut Endang hanya dilakukan seminggu sekali. Jumlah siswa yang masuk juga kita batasi, sehingga sistem pembelajaran juga dilakukan secara campuran.

“Karena masih kita lakukan secara terbatas, sehingga sistem pembelajaran masih campuran antara daring dan tatap muka,” imbuhnya.

Untuk siswa yang tidak masuk sekolah, lanjutnya, tetap menjalankan pembelajaran daring. Untuk yang SMP sudah berjalan, tapi yang SD masih banyak kendala.

Sementara itu Kepala sekolah SMP Negeri 2 Tunjungan, Sudadik menjelaskan, protokol kesehatan ketat dilakukan di hari pertama masuk sekolah. Mulai menyiapkan alat cuci tangan sampai kewajiban memakai masker.

“Kami buktikan dengan anak-anak ketika masuk gerbang sekolah anak-anak harus jaga jarak dan pakai masker. Masuk ke jalan-jalan menuju ruangan sampai di depan ruang kelas kami siapkan bak cuci tangan dan kami siapkan hand sanitizer disetiap ruangan,” kata Sudadik.

Dalam pembelajaran tatap muka ini, pihak sekolah juga tidak mewajibkan seluruh siswa masuk. Untuk satu kelas hanya diisi 11 anak.

“Karena diambil sepertiga kelas, maka kira-kira 11 anak kali 8 kelas, jadi 88 siswa setiap sekali tatap muka. Untuk hari Senin, Selasa, Rabu kelas tujuh ditambah separuh kelas delapan. Kamis sampai Sabtu separuh kelas delapan ditambah kelas sembilan,” pungkasnya. (Her/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =