Home Nasional Tujuh Ribu TKI Melanggar Izin Tinggal di Korsel

Tujuh Ribu TKI Melanggar Izin Tinggal di Korsel

image

SOLO, 28/6 (Beritajateng.net) – Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid meninjau pelaksanaan tes Emplyoment Permit System Test of Proficiency in Korea-Paper Based Test (EPS-TOPIK PBT) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Minggu (28/6).

BNP2TKI melalukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi diantaranya UNS untuk melakukan  pendaftaran dan pelaksanaan tes EPS-TOPIK PBT). “Kerjasama dengan universitas tersebut untuk mengurangi adanya distorsi atau penyimpangan selama tes,” ujarnya.

Jumlah peserta tes tahun ini total mencapai 28.556 orang. Sebanyak 13. 048 diantaranya mendaftar dan melakukan tes di UNS Solo.

Dalam kesempatan tersebut Nusron Wahid juga  mengungkapkan bahwa ada sekitar 7.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melanggar izin tinggal atau overstay di Korea Selatan (Korsel) .

“Jika jumlah TKI yang menyalahi izin tinggal mencapai 10.000 orang maka Korea Selatan akan  menghentikan  program penempatan TKI di negaranya,” jelas Nusron.

Nusron juga menjelaskan sepanjang tahun tahun 2004 hingga 2015 ini Indonesia sudah mengirim TKI sebanyak 61.078 TKI, namun sampai saat ini yang tinggal di sana hanya sekitar 42.000 TKI. Sisanya sudah habis masa kontraknya.

Letak permasalahannya, lanjut Nusron, kebanyakan TKI yang tinggal di sana lebih dari 5 tahun enggan pulang kembali ke Indonesia. Jumlahnya mencapai sekitar 7.000 TKI.

“Dan hal itu bisa menghambat pengiriman calon TKI baru yang akan berangkat ke Korea,” tegas Nusron.

Sementara itu lanjut Nusron, pemerintah  telah menyiapkan dana khusus untuk mengatasi TKI yang bermasalah tersebut. Pihaknya punya komitmen untuk memulangkan para TKI yang bermasalah izin tinggal tersebut. (BJ24)