Home Hukum dan Kriminal Tuduh Muslim Teroris, Bule Asal Australia Dilaporkan Polisi

Tuduh Muslim Teroris, Bule Asal Australia Dilaporkan Polisi

Semarang, 20/12 (BeritaJateng.net) – Merasa malu karena dituding dan dicemooh sebagai teroris oleh Erik Dewanta bule Australia, Adzanta Bilhaq (47) warga Pleburan Tengah Nomor 3A, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah melaporkan prilaku memalukan bule di Mall Gelael tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes.

“Saya laporkan selain mempermalukan saya didepan umum juga saya laporkan dengan dengan pasal penistaan agama,” ungkap Adzanta Bilhaq kepada wartawan usai melaporkan di SPKT Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah.

Apalagi, menurut Adzanta Bilhaq saat itu dirinya sedang bersama Habib Thohir Husin Bin Ali Yahya adik ulama besar Habib Luthfi Bin Ali Yahya yang merupakan mantan Ketua MUI Jateng dan pengurus Syuriah PBNU.

Saat itu, Habib Thohir Husin sedang bersama istrinya yang kebetulan menggunakan hijab atau jilbab bercadar warna serba hitam.

“Saya jengkel, nggak terima. Apalagi mengaku Islam dan mengaku bernama Muhammad,” ungkapnya sambil memperlihatkan bukti laporanya kepada wartawan.

Terlebih lagi, menurut Adzanta Bilhaq saat Erik melarang orang Islam untuk masuk dan berbelanja di Mall Gelael dihalang-halangi, bahkan dilarang dan menyatakan bahwa Mall Gelael banyak makanan yang mengandung babi. Orang Islam tidak boleh berbelanja di Mall Gelael.

“Dia mengusir sambil bilang get out-get out. Orang islam tidak boleh berbelanja disini. Disini banyak makanan yang mengandung babi. Saya jelaskan kalau dirinya sudah menghina dan menistakan agama malah menantang dan mengaku orang islam dan mengaku bernama Muhammad. Saya jengkel. Padahal namanya Erik,” ujar Adzanta Bilhaq.

Saat itu juga Adzanta Bilhaq melaporkan ke SPKT Polrestabes Semarang dan mendapatkan bukti laporan dengan nomor laporan ; STTP/83/XII/2015/JTG/SPKT/RES TBS SMG. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa dirinya mengalami kerugian merasa terhina dan malu.

Harapan Adzanta Bilhaq, usai melaporkan kejadian ini pihak kepolisian memberikan pelajaran dan hukuman kepada Erik Dewanta. Menurutnya, tidak semua muslimah apalagi yang memakai jilbab bercadar adalah teroris.

“Yang namanya orang berjilbab besar dan bercadar itu khan banyak yang memakai jaman sekarang ini ada dimana-mana. Lha kok diteriaki teroris. Harapan saya diproses dengan baiklah,” ungkap Adzanta Bilhaq.

Bule Australia warga Jalan Bromo Nomor 39 Semarang itu kemudian diamankan oleh polisi guna dimintai keterangan pada hari Sabtu (19/12).

Adik Habib Luthfi Bin Ali Yahya yang merupakan ulama asal Pekalongan yang menjadi korban penghinaan tersebut adalah Habib Thohir Husin Bin Ali Yahya. Habib Luthfi Bin Ali Yahya sendiri merupakan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah dan pengurus PBNU sebagai anggota Syuriah.

Sementara Habib Hasan Bin Ali Yahya adalah Pimpinan Majelis Raudhlatul Musthofa bertempat tinggal di Jalan Wologito Barat Nomor 39, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut pengakuan saksi Adzanta Bilhaq (47) warga Pleburan Tengah Nomor 3A, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, kejadian itu berawal sekitar pukul 18.00 WIB usai maghrib setelah berbincang-bincang dengan Habib Thohir di rumahnya.

Ditemani dengan masing-masing istri mereka, Adzanta Bil Haq bersama Habib Thohir menuju ke Mall Gelael di Jalan Sultan Agung, tepatnya disebelah pintu utama Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Kota Semarang, Jawa Tengah.

Adu mulutpun terjadi, Adzanta bahkan menceritakan bule Erick membentak ke mereka berempat bahwa di Glael Mall itu banyak makanan yang mengandung babi. Sehingga tidak layak, orang muslim seperti mereka belanja di tempat tersebut.

Merasa jengkel dengan tingkah bule Erik, Adzanta akhirnya langsung kembali membentak bule tersebut dalam bahasa Inggris jika dia telah melakukan penghinaan terhadap agama.

Semakin jengkel dengan tingkah Erick tersebut, Adzanta langsung berinisiatif untuk memanggil manajer Gelael dan akhirnya pihak Glael melaporkan kejadian itu ke polisi. Tanpa menunggu lama, petugas piket Reskrim dan SPKT Polrestabes Semarang yang datang langsung menggelandang bule Erick untuk diamankan di Mapolrestabes Semarang. (Bjt02)