Home Lintas Jateng Truk Over Muatan Sidang Ditempat

Truk Over Muatan Sidang Ditempat

gelar pasukan
Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2014 Polda Jawa Tengah
gelar pasukan
Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2014 Polda Jawa Tengah

Semarang, 26/11 (Beritajateng.net) – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menginstruksikan truk yang kelebihan muatan agar dilakukan sidang di tempat. Sebab itu, Polda Jawa Tengah menggandeng instansi terkait mulai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Pengadilan, hingga Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro. Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Nur Ali, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2014 Polda Jawa Tengah, di Lapangan Mapolda Jawa Tengah, Rabu (26/11).

Ia mengatakan kelebihan muatan pada truk-truk itu membahayakan, selain juga merusak jalan terutama ruas jalur pantura. “Saya minta sidang di tempat dan kesadaran semua pihak untuk bahu-membahu,”tandasnya.

Menurutnya, disinilah peran Dishubkominfo sebagai loeading sektor sangat penting. Hal ini juga terkait dengan keberadaan 16 jembatan timbang yang semua dioperasikan. “Tidak ada tugas apapun yang bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi. Dibutuhkan kerja sama yang baik. Banyaknya proyek perbaikan jalan di pantura juga saya minta itu diperhatikan. Terutama untuk kelancaran lalu lintas,” katanya.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah, Agus Sasmito, mengatakan pihaknya siap dengan apa yang disampaikan Kapolda Jawa Tengah. Ia mengatakan memang jembatan timbang belum semuanya beroperasi. Untuk sidang di tempat itu, sudah diterapkan di 2 jembatan timbang. Di Selogiri (Wonogiri) dan Salam (Magelang). “Dendanya bisa mencapai Rp400ribu. Ini jika muatannya melebihi tonase 25 persen,” kata dia yang juga turut hadir di Mapolda
Jateng.

Truk – truk yang melanggar tonase muatan itu akan diminta putar balik, dan tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan. Agus mengakui, pelanggaran tonase muatan memang masih cukup tinggi.

Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Istu Hari Winarto, menambahkan teknis sidang di tempat itu sudah dibahas dan disepakati pihak kejaksaan hingga pengadilan. “Nanti ada hakim juga yang diajak. Biar bisa langsung sidang. Pelanggaran tonase muatan, merusak jalan 30 hingga 40 persen,” ujarnya.

Terkait dengan operasi Zebra Candi 2014 ini, teknis untuk pelanggaran tonase muatan ini itu salah satunya adalah menggelar operasi stasioner oleh petugas gabungan. Jika kedapatan ada truk melanggar, akan dikawal pihaknya menuju tempat yang sudah disediakan untuk sidang. “Jumlah personilnya (polisi) se Jawa Tengah ada 750 polisi yang dilibatkan,” kata Istu.

Operasi ini khusus digelar sebagai upaya cipta kondisi jelas Natal dan Tahun baru 2015. Pelaksanaan operasi dilakukan selama 14 hari sejak 26 November hingga 9 Desember mendatang. Dengan sasaran pengendara melawan arus khususnya roda dua, kendaraan yang menggunakan rotator serta sirine bukan peruntukannya, nomor kendaraan tidak sesuai dengan aturan, aksi geng motor dan balap liar, kendaran bak terbuka bukan untuk memuat orang, pengemudi di bawah umur, angkutan umum tidak layak pakai, menaikan dan menurunkan penumpang bukan pada tempatnya hingga kendaraan bus atau truk kelebihan muatan baik orang ataupun barang.

Seperti diketahui, angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di Jawa Tengah memang relatif tinggi. Berdasar data Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah pada Operasi Zebra Candi 2013, jumlah kecelakaan lalu lintas ada 508 kejadian. Dengan 36 orang meninggal dunia, 55 orang luka berat, 565 luka ringan, dan kerugian material Rp536,2juta. Pelanggaran lalu lintas tercatat 156.913, terinci 101.502 ditilang dan teguran 55.411. (EKAS/pj)

Advertisements