Home Headline Trotoar di Semarang tak Perhatikan Warga Berkebutuhan Khusus

Trotoar di Semarang tak Perhatikan Warga Berkebutuhan Khusus

image
Ilustrasi

Semarang, 6/2 (beritajateng.net) – Koalisi Pejalan Kaki menyoroti sarana pedestrian, seperti trotoar di Kota Semarang yang tidak memperhatikan kenyamanan akses pejalan kaki berkebutuhan khusus.

“Ada yang sudah bagus trotoarnya, nyaman dilewati. Namun, ada yang memerlukan beberapa pembenahan,” kata Sekretaris Jenderal Koalisi Pejalan Kaki Anthony Ladjar di Semarang, Jumat.

Hal tersebut diungkapkannya di sela diskusi bertema “Mewujudkan Kota Yang Humanis” yang digelar di Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan, Semarang, yang diprakarsai Koalisi Pejalan Kaki.

Anthony menjelaskan hampir di seluruh wilayah perkotaan di Indonesia belum mengadopsi standar kesetaraan dalam perencanaan pembangunan sarana pedestrian, khususnya trotoar.

“Kalau ada standar kesetaraan, mestinya para pejalan kaki berkebutuhan khusus difasilitasi aksesnya, seperti membangun ‘guiding block’ untuk membantu para penyandang tunanetra,” katanya.

Dengan adanya “guiding block” di trotoar, kata dia, para pejalan kaki berkebutuhan khusus bisa nyaman melewatinya, termasuk pula memfasilitasi akses bagi yang menggunakan kursi roda.

“Di Jakarta sudah ada beberapa trotoar yang dilengkapi ‘guiding block’. Sudah bagus memang, namun lagi-lagi ada kelemahannya, yakni bahan yang digunakan murah sehingga cepat rusak,” katanya.

Bahkan, kata dia, ada pula pembangunan “guiding block” yang semestinya untuk membantu pejalan kaki berkebutuhan khusus, tetapi malah dibuat secara melingkar untuk hiasan di trotoar.

Menurut Anthony, sebenarnya kedatangan Koalisi Pejalan Kaki ke Semarang, salah satunya ingin memperkenalkan bahwa “Kota Atlas” ramah bagi pejalan kaki dengan sarana pedestrian yang dimilikinya.

“Ya, tidak semua (trotoar, red.) memang. Seperti trotoar yang ada di Jalan Pahlawan, kami menilai sudah bagus, termasuk di Bundaran Simpang Lima. Nyaman untuk dilalui pejalan kaki,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, kondisi trotoar di sejumlah titik lainnya perlu pembenahan, seperti di Jalan Thamrin yang baru saja dibangun dan dikeramik namun justru membuatnya menjadi licin.

“Kami sudah pantau beberapa trotoar di Kota Semarang. Seperti trotoar yang ada di Jalan Thamrin, sudah dikeramik memang. Namun, ternyata licin. Kami rekomendasi keramiknya dibongkar,” katanya.(ant/bj02)