Home Ekbis Trend Batu Akik dari Puluhan Ribu Hingga Ratusan Juta

Trend Batu Akik dari Puluhan Ribu Hingga Ratusan Juta

penjual akik kaki lima

Solo, 19/2 (BeritaJateng.net) – Trend batu akik beberapa waktu terkahir menjadi booming dan banyak di buru masyarakat. Saat ini peninat batu akik merambah berbagai kalangan dari kaum pria setengah baya, remaja bahkan kaum hawa juga terpesona keindahan batu akik. 

Salah satu penjual batu akik di alun-alun utara Kraton Solo, Subiyono mengaku dirinya sudah hampir 30 tahun berjualan akik. Bahkan dulunya belum menempati kios di alun-alun utara. 

“Dulu masih dagang batu akik  menggunakan lapak di pinggir jalan. Kemudian dari Kraton dibangunkan di sini, menggunakan bangunan milik Kraton,” jelasnya di Solo Jawa Tengah, Kamis (19/2/2015).

Menurut Subiyono, akik saat ini mulai naik daun. Batu akik ini adalah batu  lokal Indonesia. Keindahannya sama dengan batu mulia lainnya. Harga jual batu akik miliknya berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Namun ungkap Subiyono ada hal yang harus diwaspadai, yaitu banyaknya batu akik buatan. Banyak juga pedagang menjual batu akik palsu yang merupakan hasil sintesis, bukan dari hasil alam.

Pedagang biasanya menjual batu akik sintesis ini dengan harga yang jauh lebih dari batu akik hasil alam.

“Pembeli yang sekedar hobi akan membeli batu akik sintesis. Yang harganya masih berkisar ratusan. Berbeda dengan penghobi batu akik, kalau cocok harga ratusan juta juga akan diambil,” jelasnya.

Subiyono mengaku jika dia jujur pada pelanggannya dengan menanyakan jenis apa yang dicarinya. Mau imitasi atau batu akik asli. Yang tentunya harganya juga beragam.

Pasalnya bagi pembeli biasa yang tidak paham soal batu akan sangat sulit untuk membedakan mana yang asli dan mana yang sintesis (buatan). Soalnya sama persis bentuk dan ukurannya.

“Namun bagi orang kolektor batu akik, paham betuk membedakannya. Karena dia tahu kualitas masalah harga tidak masalah,” lanjutnya lagi.

Harga jual batu akik imitasi dijual kisaran harga bawah Rp 100.000, banyak juga yang menjual Rp. 20 ribu. Pembelinya juga banyak asal trend saja.  

Terpisah salah satu kolektor batu asal Karanganyar Kustawa atau akrab di panggil Cak Koes ini memberikan tips  Subiyono memberi sedikit tips untuk membedakan batu akik asli dan imitasi agar tidak mudah tertipu ketika membeli akik.

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan kaca pembesar. Karena akan terlihat jelas perbedaannnya yakni terletak pada gambar serat yang ada di dalam batu.

“Jika batu akik asli (alam) memiliki serat, nampak seperti rengat (retak). dan warna justru tidak begitu terang. Sedangkan akik sintesis  tidak berserat dan berwarna terang,” jelasnya.

Cara lainnya adalah dengan menggigit. Karena batu akik yang asli lebih kuat dan tidak akan pecah. Atau menggores diatas kaca, jika batu asli meninggalkan bekas goresan di kaca. (BJ24)

Advertisements