Home Headline Transaksi 10,5 Kg Ganja, Jaringan Narkotika Antar Pulau yang Di Kendalikan Napi...

Transaksi 10,5 Kg Ganja, Jaringan Narkotika Antar Pulau yang Di Kendalikan Napi Lapas Sorong Dibekuk

190
0
Transaksi 10,5 Kg Ganja, Jaringan Narkotika Antar Pulau yang Di Kendalikan Napi Lapas Sorong Dibekuk
           Semarang, 13/10 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil mengungkap jaringan narkotika antar pulau. Narkotika Jenis ganja asal Aceh seberat 10,5 kilogram berhasil diamankan petugas saat akan diambil di Kantor Pos.
            Dalam pengungkapan tersebut petugas berhasil mengamankan dua tersangka, yakni Saddam Husein (29) warga Kediri dan Suriyanto (25),  warga Malang Jawa Timur. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan dua paket seberat 20 kilogram.
            Dari hasil pemeriksaan petugas paket tersebut berisi ganja kualitas pertama yang telah dipadatkan ini dimasukkan ke dalam bungkus kopi bubuk sejumlah 20 bungkus, masing-masing seberat 0,5 kilogram.
          “Sebelum kami tangkap di kantor Pos jajaran kami sudah mengawasi alamat di sebuah salon kecantikan Jalan Mayjen Sutoyo (Kp Kali) yang merupakan alamat tujuan barang. Penerimanya atas nama Rosdiana Ikawati yang diduga sengaja dipalsukan untuk mengelabuhi perugas,” ungkap Brigjen Tri Agus dalam jumpapers  di kantor BNNP Jateng, Kamis (12/10).
Transaksi 10,5 Kg Ganja, Jaringan Narkotika Antar Pulau yang Di Kendalikan Napi Lapas Sorong Dibekuk

Dari hasil penyelidikan petugas BNNP Jateng, kedua tersangka merupakan kurir yang dikendalikan oleh seseorang napi dari lembaga pemasyarakatan Porong, bernama Agus Santoso.

             Agus Santoso merupakan napi narkoba, memerintahkan dua kurir dengan dijanjikan sejumlah uang untuk mengambil paket dan mengantarkan kepada pemesan. Ganja tersebut dipesan Agus dari seseorang bernama Teuku wWn, warga Lhokseumawe, Aceh, melalui telepon yang dikirim paket jalur udara. Ganja yang dimasukkan ke bungkus kopi bubuk tersebut lolos pemindaian x-ray di Bandara.
             Dan rencananya barang tersebut akan di kirim Bali kepada seorang bernama Ketut yang saat ini masih didalami petugas.
                 “Untuk kedua tersangka ini kenal dengan tersangka Agus, saat sama-sama mendekam di sel tahanan Lapas Malang,” ujar Kepala BNNP Jateng.
             Sementara itu dari keterangan Muhamad Sadam Husein mengatakan bahwa dirinya mengetahui barang yang diambil di kantor pos adalah ganja dari Aceh. Sadam mau mengambilkan lantaran tergiur upah yang dijanjikan oleh Agus walaupun jumlahnya belum disepakati.
Transaksi 10,5 Kg Ganja, Jaringan Narkotika Antar Pulau yang Di Kendalikan Napi Lapas Sorong Dibekuk

“Saya belum ada deal masalah kesepakatan harga, karena sudah saling kenal saat sama-sama menjalani hukuman di Lapas Malang,” ujarnya.

             Sebelumnya Sadam dan Surianto berangkat dari Kediri pada hari Minggu (8/11) menggunakan bus, sesampainya di Semarang mereka berdua langsung menuju kantor Pos Semarang di Jalan Imam Barjo. Sadam sendiri sebelumnya ditahan atas kasus penadahan hasil curian sedangkan Surianto mendekam di tahanan atas kasus Penganiayaan berat.
                Untuk penyelidikan lebih lanjut, petugas BNNP Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan BNNP Aceh, BNNP Jawa Timur, Pihak Kepolisian dan Kemenkumham Jawa Timur, untuk pengembangan kasus. (Nh/EL)