Home Kesehatan Training Materi Ajar HIV & AIDS Upaya Sosialisasi Secara Masif

Training Materi Ajar HIV & AIDS Upaya Sosialisasi Secara Masif

Semarang, 18/1 (BeritaJateng.net) – Acara yang berlangsung lima hari dari 18-22 Januari 2016 dan mengusung tema ‘Training of Trainer Pemateri HIV & AIDS’ hasil kejasama Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Undip dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) digelar di Gedung G lantai 2, Ruang Pascasarjana, Jalan Imam Bonjol 205 Semarang.

Agar training ini bisa dijalankan di masyarakat, maka perlu pengetahuan. Diantaranya, dengan tidak melakukan sex bebas, setia terhadap pasangan, serta mengedukasi kepada masyarakat terkait bahaya HIV & AIDS merupakan bentuk upaya preventif.

“Langkah yang paling strategis adalah sumber daya manusia (SDM) perguruan tinggi (PT). Dosen bisa menyampaikan kepada mahasiswa, mahasiswa yang berpotensi akan menyampaikan kepada masyarakat, dan informasi bahaya HIV & AIDS lebih cepat tersebar,” ujar Master Trainer Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) sekaligus Magister Promosi Kesehatan Undip, drg. Zahroh Shaluhiyah., MPH., Ph.D, Senin (18/1).

Pihaknya menjelaskan angka HIV & AIDS terus naik secara signifikan, melalui dosen dan mahasiswa, maka informasi bahayanya bisa lebih cepat tersebar karena mereka memiliki potensi.

“Selain media massa, mahasiswa fungsinya banyak sekali, seperti penelitian, pengabdian, dan pendidikan karena mereka bisa mendidik masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan training ini pun belum lama, dimulai sejak tahun 2012. Terbatas, karena belum semua Universitas melakukan hal yang sama.

“Dari KPAN baru dua kali, Udinus merupakan kampus swasta yang cukup terkenal, sudah terdidik tentang HIV,” kata drg. Zahroh saat mejelaskan memilih Udinus sebagai tempat training.

Pihaknya berharap semua dosen bisa berbagi ilmu (materi HIV & AIDS) bisa masuk kurikulum formal, baik itu mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat, keperawatan, maupun kebidanan, mereka semua dapat.

Prof. Dr. Supriadi Rustad, Wakil Rektor Bidang Akademik Udinus mengungkapkan jika tujuan dari training ini untuk menghasilkan pelatih pemateri HIV & AIDS mengingat kasusnya yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian, pengajaran, penelitian untuk mengedukasi masyarakat agar waspada akan bahaya HIV & AIDS yang grafiknya terus naik.

“Pemerintah akan menyediakan tenaga training bagi siapa saja yang berhak, terutama dalam mensosialisasikan HIV & AIDS. Melatih para trainer yang kelak akan giat mensosialisasikan bahaya HIV & AIDS. Terdiri dari beberapa praktisi kesehatan, institusi kesehatan, dan perguruan tinggi,” terang Wakil Rektor Bidang Akademik Udinus saat diwawancarai usai pembukaan training, Senin (18/1) sore.

Dijelaskannya, dari Kementerian Kesehatan ingin masyarakat terdidik. Kecenderungan penderita HIV & AIDS yang terus naik, mengharuskan untuk lebih banyak merekrut banyak trainer. Mengadakan banyak pelatihan terkait bahaya HIV & AIDS karena kenaikan kasusnya sangat cepat dan harus diimbangi dengan upaya-upaya preventif.

Hasil dari training ini, sedikitnya 23 peserta akan mendapat sertifikat dari Kementerian Kesehatan. Training ini melatih para peserta tentang HIV & AIDS, mulai dari cara pencegahan, penanggulangan, hingga penampungan terhadap penderita HIV & AIDS.

“Dengan adanya pelatihan ini, peserta bisa menyebarkan kepada dosen lain, organisasinya dan masyarakat,” ujar Dekan Fakultas Kesehatan Udinus, Dr. dr. Andarini Indreswari., M.Kes.

Dari Fakultas Kesehatan, lanjutnya, banyak kegiatan yang masuk ke dalam kurikulum, misalnya mengajarkan akan bahaya penyakit HIV & AIDS. Selain itu juga ada kelompok ‘Rumah Sahabat’ sebagai wadah karya mereka.

“Ada pula beberapa kali testimoni dari ODHA yang berjalan kaki keliling Indonesia, serta pertemuan dengan ratusan mahasiswa terkait HIV & AIDS sebagai sarana menambah pengetahuan,” imbuhnya.

Dari dosen Udinus sendiri juga pernah dilatih, dan pada kesempatan ini melanjutkan tahap berikutnya menuju tingkat nasional. Hal ini dijelaskan oleh Eti Rimawati, SKM., M.Kes, selaku Ketua Panitia.

Pihaknya menyebut, peserta yang sebagian besar dosen ini tersebar dari seluruh Indonesia, ada dari wilayah Semarang, Yogyakarta, Solo, Kalimantan, Jayapura, Jawa Timur dan lainnya.

“Harapannya kerjasama ini bisa terus berlanjut dan bermanfaat, terutama untuk menekan kasus HIV & AIDS, agar prevalensinya tidak melonjak,” pungkasnya. (BJT01)