Home Headline Tragis!!! Setahun Lebih Melati Dicabuli Guru Kelas

Tragis!!! Setahun Lebih Melati Dicabuli Guru Kelas

281
0
Foto rumah korban pencabulan.
       Demak, 26/4 (BeritaJateng.net) – Untuk kesekian kalinya nama dunia pendidikan di Indonesia harus tercoreng oleh perbuatan oknum pendidik yang berprilaku tidak patut untuk ditiru. Sebut saja Melati (11) siswi Kelas 4 SD Negeri di wilayah Desa Tugu, Sayung, Kabupaten Demak, mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari seorang guru yang bernama Sumarto yang juga merupakan Wali kelasnya. Akibat dari perbuatan oknum guru tersebut, kini melati tidak mau sekolah lagi lantaran takut jika hal tersebut terjadi lagi.
       Terungkapnya perbuatan yang dilakukan Sumarto terhadap melati berawal dari rasa curiganya Unik Khotimah (28) yang merupakan bibi melati, ketika mengetahui kabar tidak mengenakkan tersebut dari salah seorang teman sekolah melati, yang mengatakan jika keponakannya tersebut sering mendapatkan perlakuan pelecehan seksual dari guru kelasnya.
       “Informasi tersebut saya tanyakan kembali ke ponakan saya, ternyata setelah saya tanya jawabannya benar kalau dirinya sering dipegang – pegang dibagian payudara dan alat vitalnya, bahkan hingga sampai disuruh melakukan hubungan suami istri oleh guru kelasnya,” ucap Unik Khotimah.
      Tidak sekali ini terjadi, perbuatan Sumarto terhadap melati tersebut dia lakukan sejak melati duduk di kelas 3 hingga naik ke kelas 4, bahkan guru tersebut melakukan pengancaman jika permintaannya tidak dituruti.
       “Gurunya itu mengancam jika tidak dituruti dan jika bilang ke orang tua, maka dia tidak akan dinaikkan kelas, otomatis anak tersebut diam selama ini karena takut,” tegas Unik.
        Selaku perwakilan dari pihak keluarga, lanjut Unik Khotimah, dirinya meminta kepada pihak sekolah untuk ikut bertanggung jawab atas kejadian yang menimpaku keponakannya tersebut, dan dirinya mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
       Sementara itu menurut Kepala Sekolah tempat melati bersekolah, Abdul Aris, mengatakan, jika dirinya baru mengetahui permasalahan ini dari salah satu guru di sekolah, dirinya menjelaskan jika sudah memanggil dan meminta penjelasan dari oknum guru tersebut.
       “Secara pribadi saya sempat kaget mendengar hal tersebut, oleh sebab itu saya langsung memanggil yang bersangkutan untuk menjelaskan kebenarannya,” terang Kepala sekolah.
       Menurut pengakuan guru tersebut, bahwa apa yang dilakukannya terhadap melati tersebut tidaklah benar, dirinya mengaku hanya menepuk- nepuk pundaknya saja dan tidak sampai melakukan hal – hal diluar batas.
       “Pengakuannya sih hanya menepuk pundaknya saja, untuk kejadian ini sudah saya laporkan kepada pihak Dinas dan hasilnya seperti apa saya tidak tahu,” ujar Abdul Arif yang juga merangkap sebagai Kepala Sekolah SMPN  Wilayah Tugu Sayung. (BW/El)