Tradisi Sedekah Bumi Desa Wonokerto, Ratusan Warga Kirab Gunungan Hasil Bumi

Tradisi Sedekah Bumi Desa Wonokerto, Ratusan Warga Kirab Gunungan Hasil Bumi

Demak, 13/8 (BeritaJateng.net) – Warga Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Demak, menggelar tradisi sedekah bumi, Minggu (13/8/2017).

Mereka melakukan kirab gunungan yang berisi hasil bumi sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, atas panen tahun ini.

Tradisi kirab gunungan yang digelar setiap bulan Apit dalam penanggalan Jawa kuno itu berlangsung meriah.

Ratusan warga ikut mengarak dua buah gunungan hasil bumi desa setempat serta tumpeng.

Dengan mengenakan busana adat jawa, warga mengarak gunungan itu mulai dari rumah kepala desa hingga makam cikal bakal Mbah Santri.

Selanjutnya, gunungan itu diperebutkan warga setelah sebelumnya didoakan bersama-sama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

” Tradisi sedekah bumi ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa di desa ini ada sejarah yang perlu dipelajari, diketahui dan dijaga. Ini adalah bentuk rasa syukur warga kepada Allah SWT,” kata Kepala Desa Wonokerto, Bambang Untoro.

img-20170813-wa0006               Menurutnya, acara sedekah bumi dengan kirab gunungan merupakan tradisi yang berlangsung setiap tahun.

Setiap tahunnya mengalami perkembangan sesuai kondisi dan situasi masyarakat sekarang. Kebetulan pelaksanaan tahun ini berbarengan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 72.

“Tradisi ini selain melestarikan budaya lokal, juga untuk mengajak masyarakat cinta tanah air,” katanya.

“Tradisi ini harus terus ada. Jangan sampai tradisi ini hilang karena tergerus perkembangan zaman, karena itu sebagai generasi muda kita patut menjaga dan ‘nguri – uri ” budaya adiluhung ini,” harapnya.

Selain kirab budaya gunungan, acara sedekah bumi ini pada malam harinya juga ada pertunjukan wayang kulit.

Kirab gunungan di desa yang berada di Pinggir Jalur Pantura Demak itu menarik perhatian warga namun juga pengendara jalan yang kebetulan lewat. Mereka mengabadikan peristiwa budaya itu melalui ponsel pribadinya, baik mengambil gambar maupun berswa foto (selfi)

” Momen budaya ini bagus. Sayang kalau kita lewatkan begitu saja. Makanya ini saya ambil gambarnya untuk selfi, nanti kita upload di facebook dan instagram, ” kata Rival warga Salatiga yang kebetulan hendak bepergian ke Kudus.

Purnomo warga setempat , mengatakan, bahwa selain meriah dan menghibur, kirab gunungan ini bisa menjadi salah satu cara untuk menjalin komunikasi dan silarurahmi sesama warga serta mempererat persatuan dan kesatuan.

“Selain merawat tradisi, ada semangat gotong royong dan guyub rukun dalam kirab ini,” katanya. (Bj)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN