Home Headline Tradisi Sedekah Bumi, Cara Warga Desa Karangmlati Mensyukuri Berkah Illahi

Tradisi Sedekah Bumi, Cara Warga Desa Karangmlati Mensyukuri Berkah Illahi

349
0
Tradisi Sedekah Bumi, Cara Warga Desa Karangmlati Mensyukuri Berkah Illahi

Demak, 26/7 (BeritaJateng.net)  – Bulan Apit merupakan bulan diantara dua hari raya Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Dan setiap bulan Apit, masyarakat Jawa terutama yang tinggal di wilayah pesisir menggelar tradisi apitan dengan melakukan ritual sedekah bumi.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota yang menggelar tradisi sedekah bumi bersama warga desa, Rabu (25/7/2018).

Jika di desa lainnya tradisi sedekah bumi diadakan arak arakan gunungan, beda dengan Desa Karangmlati ini.

Warga menggelar doa dan makan bersama di depan rumah Kepala Desa Karangmlati, Agus M Kartono.

Ratusan warga baik laki – laki maupun perempuan, tua, muda dan anak – anak berduyun – duyun ke rumah kepala desa, sambil membawa berbagai macam makanan, kudapan dan aneka kue serta buah – buahan.

Bekal warga yang dimasukan kedalam baskom maupun bakul (tempat nasi) itu, selanjutnya dikumpulkan menjadi satu.

Mereka duduk lesehan, berbaur bersama warga lainnya termasuk Bupati Demak, M Natsir beserta Muspika Kecamatan Demak Kota, yang hadir dalam acara sedekah bumi itu.

Dengan khusu’ mereka membaca tahlil, bersholawat dan doa bersama.

Tak berselang lama, Bupati Natsir yang yang didaulat memberikan sambutan, memekikan takbir tiga kali. Takbir itu mengawali ritual keliling desa yang dilakukan oleh kepala desa bersama para perangkat desa.

Sambil membawa beraneka macam hasil bumi dan alat – alat pertanian, mereka terus membaca takbir dan sholawat.

Setelah acara doa bersama yang dimpin oleh kyai setempat selesai, warga pun saling memberi dan bertukar makanan yang dibawanya untuk dimakan bersama, sebagian dibawa pulang ke rumah untuk keluarganya.

Kades Karangmlati Agus M Kartono, mengatakan, tradisi sedekah bumi merupakan warisan leluhur , sebagai salah satu cara untuk mensyukuri nikmat dan rejeki melimpah dari sang pencipta yang diberikan kepada warga desa.

“Sedekah bumi ini harus kita jaga dan lestarikan. Kita uri – uri sampai kapanpun juga,” kata Agus.

Dengan sedekah bumi , lanjut Agus, warga berharap senantiasa diberi keselamatan, mendapatkan panen yang melimpah dan berkah serta dijauhkan dari bala’ (musibah).

“Sedekah bumi ini sebagai wujud syukur atas nikmat dan rejeki yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Semoga desa kita (Karangmlati) menjadi desa penuh berkah,” ujar Agus yang juga senior Banser Demak.

Dalam acara sedekah bumi tersebut, selain doa bersaama, juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Ngadimin KS dan Ki Sudarto dari Boyolali, adapun bintang tamunya Agnes Serfozo, sinden bule dari Honggaria.

“Acara sedekah bumi ini, kita awali dengan doa arwah jamak dan khataman Qur’an, sehari sebelumnya. Doa arwah jamak ditujukan kepada delapan ribu arwah leluhur kita semua,” ujarnya.

Bupati Demak, M Natsir, menyatakan terimaksihnya kepada kepala desa beserta jajarannya yang telah ikut serta menjaga dan nguri – nguri tradisi sedekah bumi ini.

Menurutnya, tradisi sedekah bumi , tidak ada dalam Al Qur’an dan hadist maupun tafsir lainnya, akan tetapi jika memaknai sedekah bumi itu sebagai sodaqoh (sedekah) maka ada kandungan ayat Al Qur’an yang mengajak kita untuk bersedekah.

“Kalau dicari di Al Qur’an dan hadis, sedekah bumi, bancaan ya gak ada, gak bakalan ketemu. Tapi kalau Assodaqatu daf’ul balak, sedekah bumi bisa ketemu. Ayat itu artinya, sodaqoh dapat menolak bala’, menjauhkan kita dari bencana atau musibah. Makanya , banyak – banyaklah bersedekah, ” kata Bupati Natsir.

“Sedekah bumi ini sarana kita bersedekah. Semuanya bertemu dan berkumpul di tempat penuh berkah. Kalau desanya berkah, tanaman apa saja bisa tukul (tumbuh), hasi ternaknya bagus dan dagangannya juga bisa laris. Insya Allah Desa Karangmlati tambah berkah,” tutupnya. (El)