Home Ekbis TPKS Lanjutkan Program Kunjungan ke Perusahaan Ekspor

TPKS Lanjutkan Program Kunjungan ke Perusahaan Ekspor

tpks

Semarang, 2/2 (BeritaJateng.net) – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) melanjutkan program kunjungan ke sejumlah perusahaan pengekspor produk dari Jawa Tengah.

“Program kunjungan ini sudah kami lakukan sejak tahun lalu dan pada tahun ini akan kami lanjutkan karena cukup efektif untuk menambah mitra kerja TPKS,” kata General Manajer TPKS Iwan Sabatini di Semarang, Senin.

Pada tahun ini, pihaknya sudah memiliki daftar 20 perusahaan yang mengekspor barang dalam jumlah besar, di antaranya perusahaan yang bergerak di bidang tekstil dan mebel.

Untuk memperluas jangkauan, TPKS tidak hanya berkonsentrasi di sejumlah perusahaan di Jawa Tengah, tetapi juga perusahaan di Yogyakarta.

Menurut dia, sejauh ini masih banyak perusahaan di Jawa Tengah bagian timur dan di Yogyakarta masih mengirimkan barang melalui Pelabuhan Tanjung Perak SUrabaya.

Oleh karena itu, langkah TPKS mengunjungi perusahaan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas.

Iwan mengatakan pada kunjungan tersebut TPKS akan lebih menyosialisasikan informasi terkait dengan sejumlah pelayanan yang diberikan.

“Selain itu, kami juga perlu tahu bagaimana perkembangan perusahaan yang kami kunjungi, salah satunya mengenai volume produksi dan pengiriman barang yang mereka lakukan. Dengan demikian, kami sudah memiliki gambaran untuk proses bongkar muat saat di pelabuhan,” katanya.

Hingga saat ini, pihaknya juga masih menunggu reaktivasi rel kereta api dari Statiun Tawang ke Pelabuhan Tanjung Emas.

Ia mengharapkan dengan aktifnya rel tersebut, pengiriman barang dari sejumlah perusahaan melalui TPKS bisa berjalan lancar tanpa harus terhambat jalur darat.

“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan pengurukan rel kereta api di kawasan pelabuhan yang sudah lama tidak berfungsi sehingga tergenang air. Dengan demikian, PT KAI tinggal memasang relnya saja,” katanya.

Pihaknya menyadari, untuk melakukan reaktivasi jalur tersebut PT KAI tidak hanya berkonsentrasi pada jalur rel, tetapi juga harus membangun dryport atau terminal peti kemas di darat.

“Kami berharap pembangunan ini bisa segera terealisasi karena dampak positif tidak hanya dirasakan oleh PT KAI, tetapi di sisi lain juga menambah kelancaran operasional perusahaan dan pelabuhan,” katanya. (ant/BJ)